
Jakarta – Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang bagi seseorang untuk meraih prestasi. Setidaknya itu yang telah terbukti oleh Sapto Yogo Purnomo. Sapto adalah salah satu atlet difabel yang mengidap Cerebral Palsy, sebuah gangguan pada gerakan, otot, atau postur tubuh.
Kondisi tersebut membuat atlet asal Banyumas, Jawa Tengah, ini memiliki kelemahan di tangan dan kaki sebelah kanan. Keadaan tersebut membuat gerakan tangan kanannya terlihat kaku dan tak seluwes orang pada umumnya. Namun demikian, pria 23 tahun itu juga tak ingin lahir dan tumbuh di tengah kondisi keterbatasan yang sempat membuatnya diolok-olok kawan sebayanya semasa kecil. Sempat hampir tenggelam dengan cibiran kawan sebayanya, Sapto kemudian bangkit untuk membuktikan bahwa ia juga mampu. Pertama kali, Sapto berlatih sprint pada usia 16 tahun, ketika masih duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ia tekuni dan kemudian membawanya ke jenjang Pelatnas.
Justru dengan keterbatasan yang ia miliki, Sapto mampu membuktikan kemampuannya yang menonjol, yakni di bidang olahraga yang membuatnya menangguk prestasi. Prestasi demi prestasi itu pula yang kemudian membuat para pengoloknya semasa kecil tersadar bahwa keterbatasan fisik tak menghalangi seseorang meraih prestasi.
Prestasi yang pernah ia raih di antaranya adalah sebagai berikut. 1) Peparnas Bandung 2016 (5 emas). 2) ASEAN Para Games Malaysia 2017 (2 emas dan 1 perak). 3) Asian Youth Para Games 2017 Dubai (2 perak). 4) World Para Atletik di China 2018 (1emas). 5) Asian Para Games 2018 (2 emas)
Bergelut pada cabang para-atletik, ia terus melejit dengan sederet prestasi di berbagai kejuaraan. Baik nasional maupun internasional. Prestasinya benar-benar mengagumkan. Bahkan, belum tentu orang-orang dengan kondisi fisik yang jauh lebih sempurna bisa seperti Sapto yang telah mengharumkan nama bangsa.
Kini, Sapto harus kembali membuktikan kemampuannya dalam ajang yang tak kalah bergengsi, yakni Paralimpiade Tokyo yang akan berlangsung 24 Agustus hingga 5 September 2021 di Jepang. Bersama 22 atlet lainnya, Sapto bakal mewakili Merah Putih pada pesta olahraga atlet disabilitas empat tahunan tersebut. Dengan keterbatasannya di tengah kungkungan pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya mereda, Sapto dkk tetap bersemangat berjuang. Perjuangannya kali ini demi mengharumkan nama bangsa. Keterbatasan tak boleh membatasi diri, pandemi yang telah membatasi berbagai ruang gerak pun tak boleh memupus optimisme untuk meraih prestasi. (antara/ndz/ed: zl)







