spot_img
Rabu, April 22, 2026
Beranda Jawa Timur Antrean Minyak Goreng Terjadi di Toko dan Agen di Kota Blitar dan...

Antrean Minyak Goreng Terjadi di Toko dan Agen di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung

282

Tulungagung – Antrean warga masih terjadi di sejumlah agen dan toko di Kota Blitar, Kamis (24/2/2022). Sehari setelah operasi pasar menggelontorkan 10.000 liter minyak goreng kemasan didominasi warga yang memiliki usaha di bidang kuliner dan juga pedagang pengecer.

Seperti di Toko Setia Kawan, agen sembako di Jalan Merdeka Barat, Kota Blitar, antrean pembeli minyak goreng terlihat bertahan. Seorang penjual gorengan yang berada dalam antrean, Suparno mengatakan, minyak goreng masih langka meski pemerintah sudah mulai melakukan operasi pasar.

Suparno mengaku membutuhkan 1,5 liter minyak goreng setiap hari untuk usahanya berjualan gorengan.

Warga Jalan Ciliwung, Kota Blitar, itu mengungkap kekecewaannya atas situasi yang sudah berlangsung beberapa bulan terkait mahal dan langkanya minyak goreng. Warga lain yang mengantre juga mengeluhkan hal serupa bahwa minyak goreng masih langka.

Sementara itu, di Tulungagung para pedagang dan pelaku usaha kuliner antre minyak goreng di Toko Sahabat Jalan Ceplok Piring, Kabupaten Tulungagung, Kamis (24/2/2022). Mereka harus antre berjam-jam sejak selepas subuh agar bisa mendapatkan minyak goreng program pemerintah.

Menurut pemilik toko, Buntoro, setiap hari tokonya mendapat pasokan 4000 liter. Jumlah itu langsung habis dibeli para pedagang maupun konsumen akhir. Diketahui, minyak yang dijual ini adalah minyak domestic market obligation (DMO), atau kewajiban menjual ke pasar domestik.

Di mana pemerintah telah mewajibkan produsen minyak sawit untuk menjual 20 persen produknya, sebagai syarat mereka bisa ekspor. Minyak ini yang dipakai pemerintah untuk stabilisasi harga. (red)