
Blitar, Jawa Timur – Kecelakaan tragis antara sebuah mobil pickup dengan nomor plat AG 8750 KW dan kereta api Singosari terjadi di perlintasan kereta tanpa palang pintu di Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, pada hari Jumat siang. Meskipun mobil tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah, berita baiknya adalah kedua penumpang dalam kendaraan tersebut, Imam Mukibidin dan Miko Oktadio, warga Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berhasil selamat.
Menurut Kapolsek Srengat, Kompol Wahono, insiden ini dimulai ketika mobil pickup melintas dari arah selatan. Saat kendaraan mendekati perlintasan kereta, tiba-tiba mesin mobil mati. Sementara itu, dari arah barat, kereta api Singosari sedang dalam perjalanan menuju Blitar.
Dalam momen kritis itu, Imam Mukibidin bersama anaknya melakukan tindakan berani dengan mencoba melompat dari pintu kendaraan. Tindakan cepat mereka terbukti menjadi penyelamat, karena kereta api Singosari sudah sangat dekat dan tidak mampu berhenti tepat waktu. Akhirnya, mobil pickup mengalami tabrakan dengan kereta api tersebut, menyebabkan roda depan kendaraan lepas dari tubuh mobil.
Beruntung, berkat reaksi cepat dan tekad yang kuat, kedua penumpang selamat dari kejadian mengerikan tersebut. Kedua korban, warga Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, segera mendapatkan pertolongan medis dan saat ini dalam keadaan stabil.
Kapolsek Srengat, Kompol Wahono, mengungkapkan rasa syukurnya atas keselamatan kedua penumpang tersebut. “Meski kendaraan rusak parah, yang terpenting adalah nyawa kedua penumpang terselamatkan,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya waspada saat melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Kesigapan Imam Mukibidin dan anaknya adalah contoh nyata bahwa tindakan cepat dan bijak dapat menyelamatkan nyawa, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melewati perlintasan kereta api, sehingga kita dapat menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya.







