
Binjai – Sejumlah wilayah di Kota Binjai dilanda banjir yang cukup parah pada Jumat dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Ketinggian air bahkan mencapai hingga empat meter, mengakibatkan keadaan darurat. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Binjai segera bergerak cepat dengan melaksanakan evakuasi dan membuka posko pengungsian bagi korban banjir.
Koordinator Pusat Data dan Informasi Operasi (PUSDALOPS) BPBD Binjai, Surya Wijaya, menjelaskan bahwa banjir ini diduga disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi. Air di Sungai Bingai mulai naik perlahan sekitar pukul 02.00, dan pada pukul 04.00 WIB, ketinggian air mencapai titik kritis, yaitu empat meter.
Selanjutnya, Sungai Mencirim juga mulai meluap sekitar pukul 05.30 WIB dengan ketinggian yang sama, mencapai empat meter. Surya menjelaskan bahwa kedua sungai ini merupakan sungai terbesar di Kota Binjai.
Akibat luapan kedua sungai tersebut, sebanyak 999 kepala keluarga dengan total 3.541 jiwa terdampak banjir di enam kelurahan dan empat kecamatan. Kecamatan yang terdampak antara lain Binjai Kota, Binjai Selatan, Binjai Timur, dan Binjai Utara. Surya mengungkapkan bahwa kondisi yang paling memprihatinkan terjadi di Kelurahan Mencirim, karena pemukiman warga di sana sangat padat dan banyak dihuni oleh lansia.
Sampai saat ini, BPBD Binjai telah mendirikan dua posko dapur umum, posko kesehatan, dan posko pengungsian di dua titik, yaitu di Kelurahan Setia dan Kelurahan Rambung Timur. Surya menyampaikan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat banjir ini. Namun, data yang diperoleh masih bersifat sementara, dan pihak berwenang akan terus menyampaikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat.
Pihak BPBD Binjai terus bekerja keras untuk mengatasi situasi ini, dan harapannya agar banjir segera surut dan warga yang terdampak dapat mendapatkan bantuan yang diperlukan. Semua pihak diharapkan dapat bersatu dan saling membantu dalam menghadapi cobaan ini.







