Connect with us

Nasional

7921 KPM di Kota Kediri Terima Bantuan Kartu Sembako Susulan

Diterbitkan

pada

Kediri – Sebanyak 7921 keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Kediri menerima bantuan kartu sembako susulan dari Kementrian Sosial Republik Indonesia. Bantuan ini disampaikan oleh Dinas Sosial Kota Kediri selama 7 hari kedepan.

Selasa, (16/11) pertama kalinya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) PPKM kartu sembako susulan ini mulai diluncurkan disejumlah lokasi, tersebar berdasarkan wilayah kecamatan. Seperti hari ini untuk wilayah Kecamatan Pesantren terpusat di kantor kecamatan dengan sasaran kelurahan Banaran, Bangsal, dan Pesantren. Kecamatan Kota di kelurahan Banjaran dengan sasaran kelurahan Banjaran dan kecamatan Mojoroto di kelurahan Banjarmlati dengan sasaran Bandar Lor dan Bandar Kidul.

“Ini baru hari pertama, masih terus berlanjut hingga tanggal 24 November mendatang, terbagi atas tiga wilayah kecataman dengan lokasi yang telah ditentukan, sebelumnya telah kami informasikan untuk jadwal-jadwalnya di masing-masing kelurahan,” terang Triyono Kutut Purwanto, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Selasa, (16/11)

Lebih lanjut, Kutut menerangkan bahwa bantuan ini merupakan bantuan dari pusat. Data KPM yang pihaknya terima merupakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kementrian Sosial dan bagi mereka yang belum pernah menerima sama sekali. “Kami sifatnya hanya menyalurkan saja. Siapa-siapa saja penerimanya, sudah ditentukan oleh pusat,” terangnya.

“Bantuan yang tersalurkan ini merupakan periode tiga bulan. Yaitu, bulan Juli, Agustus, dan September yang terterima dalam bentuk kartu yang isinya telah terisi saldo sebesar 200 ribu/bulan yang bisa terbelanjakan di E-Warung untuk membeli kebutuhan bahan-bahan makanan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wiwik Trisnowati, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Kediri menginformasikan bahwa bantuan ini tidak bisa dirupakan uang tunai, sehingga penerima manfaat hanya bisa membelanjakan saldo tersebut melalui kartu yang diberikan untuk berbelanja bahan-bahan pokok di E-Warung yang telah ditunjuk.

Menyikapi pertanyaan masyarakat tentang pengusulan bantuan, Wiwik mengatakan bahwa masyarakat bisa langsung menuju Kelurahan untuk membuat usulan. “Bisa melalui kelurahan untuk membuat usulan. Akan tetapi yang perlu dipahami bahwa daerah sifatnya hanya mengusulkan. Semua keputusan siapa-siapa saja yang dapat terdaftar di DTKS merupakan keputusan pusat,” terang Wiwik, Selasa, (16/11).

Setelah menerima bantuan kartu BPNT, Rina Susanti, warga kelurahan Banaran mengatakan bahwa ia sangat bersyukur. Ia bersyukur karena telah tercatat sebagai penerima bantuan BPNT susulan ini. “Alhamdulillah, terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan ini. Saya merasa sangat terbantu,” ungkapnya, (16/11).

Ia mengatakan saldo BPNT tersebut rencananya akan dibelanjakan bahan-bahan makanan pokok. “Mau belanja beras, sayuran, telur, dan daging,” pungkas Rina.

Continue Reading
Advertisement

Kesehatan

Presiden RI Sebut Indonesia 1 dari 5 Negara Berhasil Kendalikan Pandemi

Diterbitkan

pada

Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno (kiri) dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kanan) membuka Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Tahun 2021 secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (6/12/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Muchlis Jr/aa. (Handout Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia menjadi satu dari lima negara di dunia yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 pada level 1 karena kerja keras dan gotong royong seluruh pihak.

“Kita telah berhasil menjadi satu dari lima negara di dunia yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 pada level 1. Hal ini menunjukkan kemampuan bangsa kita dalam menghadapi tantangan,” kata Presiden Jokowi saat membuka Kongres DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin,

Presiden mengatakan keberhasilan Indonesia mengendalikan pandemi COVID-19 menunjukkan kemampuan bangsa dalam mengubah tantangan sulit menjadi peluang agar mampu bergerak maju.

Menurut Presiden, Indonesia juga telah sangat teliti dan hati-hati dalam mengeluarkan kebijakan sehingga mampu mengendalikan pandemi COVID-19 dan secara beriringan memulihkan ekonomi masyarakat.

“Tatkala dunia lockdown dimana mana, kita dengan teliti mengendalikan pandemi dan ekonomi harus digerakkan secara hati hati,” ujarnya.

Pandemi kata Presiden, menjadi salah satu tantangan dan disrupsi yang memaksa untuk menerapkan cara-cara pengembangan baru dan tata laksana normalitas baru.

“Disrupsi ini harus kita manfaatkan sebagai peluang. Ini ada peluang. Tatkala dunia berhenti sejenak kita harus tetap maju bergerak,” tuturnya.

Menurut data terbaru Satgas Penanganan COVID-19, tren penambahan kasus COVID-19 di Indonesia berkisar di ratusan kasus dalam beberapa pekan terakhir. Dengan kata lain menurun signifikan dibanding penambahan puluhan ribu kasus saat puncak gelombang dua kasus COVID-19 di Juli 2021.

Per Minggu (5/12), terdapat 196 kasus baru COVID-19 yang terkonfirmasi di seluruh Indonesia. Sehingga total kasus COVID-19 terkonfirmasi sejak Maret 2020 hingga saat ini adalah 4.257.685 kasus. (antara/iap)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: