Bandung – Pihak kepolisian Polda Jawa Barat mengamankan aksi demonstrasi yang membuat kericuhan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, depan Markas Polda Jabar. Terlihat dalam video yang viral, anggota kepolisian mengejar pelaku yang diduga menjadi provokator aski demonstran.
Dugaan terjadinya aksi ini akibat buntut kasus kekekerasan terhadap Anggota GMBI di Karawang beberapa waktu lalu. Maka dari itu, Ormas GMBI dan beberapa Ormas lain melakukan demo di Mapolda Jabar menuntut Kapolda Jabar menuntaskan kasus tersebut.
Aksi tersebut berakhir ricuh dan sempat terjadi aksi saling dorong antara massa dengan petugas hingga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum hingga fasilitas Polda Jabar. Yaitu gerbang pintu roboh, kolom baja, 64 kepala pagar patah, tiga pagar patah, lima lampu taman rusak, rambu-rambu tanda dilarang parkir, teralis, penyangga dudukan, hingga taman depan Polda mengalami kerusakan. Selain melakukan orasi saat demo, massa ormas GMBI juga membakar keranda mayat dan ban di tengah jalan raya.
Akhirnya, polisi berhasil mengamankan 725 pedemo dari organisasi masyarakat (Ormas) GMBI. Keterangan dari Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar. Dari 725 pendemo, 301 di antaranya bertato dan 24 orang residivis.
Ke-725 orang tersebut saat ini sedang dilakukan pemeriksaan. Namun belum ada tersangka dalam aksi demo berujung ricuh tersebut.
Aksi yang sempat menutup jalan Soekarno-Hatta tersebut membuat kemacetan dan arus lalu lintas tidak lancar. Namun, sekitar pukul 15.50 WIB, lalu lintas kembali lancar dan hanya jalur Bundaran Cibiru yang masih ditutup. (red)







