
Kediri – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri mencatat, sebanyak lima Jamaah Haji Kabupaten Kediri meninggal Dunia dan yang kelima asal Wates Kabupaten Kediri, sementara ada empat Jamaah Haji Kabupaten Kediri harus mendapatkan perawatan di RS Makkah karena mengalami sakit.
Kementerian Agama Kabupaten Kediri Melali Kasi Haji Abdul Kholiq Nawawi saat dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan kabar itu dan belum bisa memastikan untuk keempatJamaah Haji asal Kabupaten Kediri itu apakah bisa pulang atau dipulangkan sesuai jadwal kedatangan ke Tanah air Pada 16 Juli 2023 mendatang.
“Untuk Jamaah Haji asal Kabupaten Kediri yang sakit belum dapat dipastikan apakah bisa dipulangkan ke Tanah air karena Jadwal Kepulangan kan masih lama dan semoga pada saat sesuai yang dijadwalkan diberikan yang terbaik,”
Kholiq menambahkan, selama perawatan di Tanah Suci semisal nanti tidak bisa dipulangkan sesuai Jadwal, biaya perawatan masih menjadi tanggung jawab Negara.
“Untuk pihak keluarga tidak perlu kwatir atas biaya perawatan, dan mari bersama sama berdoa agar Jamaah yang mengalami kondisi sakit segera membaik dan bisa pulang sesuai penjadwalan penerbangan,”tuturnya, Rabu (12/7/2023)
Dan sejauh ini Kemenag Kabupaten Kediri untuk Jama’ah Haji Kabupaten Kediri yang telah wafat di tanah suci bertambah satu dan total lima Jamaah.
“Untuk Jama’ah Haji Kabupaten Kediri Yang Meninggal Menjadi Lima kemarin tambah satu Jamaah Asal Wates,”ungkapnya.
Sejauh ini diketahui untuk daftar Haji yang meninggal pertama almarhum Muhtadi (66), warga Desa Sekoto Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Wafat di Mina pada tanggal 28 Juni 2023. Jamaโah haji kedua yang wafat adalah Moesiran (91) warga Kelurahan Pare Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.Almarhum wafat tanggal 30 Juni 2023 di Mekkah. Dan yang ketiga adalah Raechan (88) warga Desa Janti Kecamatan Papar Kabupaten Kediri, Wafat pada tanggal 1 Juli 2023 di Mekkah, Keempat Ibu Musiyam (68). warga Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Almarhumah Wafat saat dalam perawatan di Rumah Sakit King Faisal Arab Saudi. dan Yang Kelima Asal Wates Kabupaten Kediri.
Sementara untuk yang mengalami sakit dan mendapatkan perawatan ada empat orang di rumah sakit (RS) yang ada di Mekkah.
Keempat jemaah haji kloter sub 30 Kabupaten Kediri itu dirawat di RS yang berbeda. Tiga orang di RS An-Nur sedangkan satu jemaah di RS Almany Mekkah.
Sakitnya empat orang jemaah haji Kabupaten Kediri ini disampaikan oleh Ketua Kloter Sub 30 Thontowi Jauhi kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri.
Berdasarkan kabar dari Mekkah tersebut, empat jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang sedang sakit dan dirawat masing-masing adalah H. Moh. Arifin, warga Dusu Kolak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Ngadiluwih.
Arifin tengah dirawat di RS Almani karena mengalami serangan stroke. Saat ini, ia belum sadarkan diri.
Jemaah kedua adalah H. Suwandi asal Dusun Muning, Desa Selodono, Kecamatan Ringinrejo. Dia dirawat di RS AN-Nur Mekkah karena mengalami penyakit gagal ginjal.
Suwandi pun harus menjalani cuci darah setiap dua hari sekali di RS AN-Nur Mekkah tersebut.
Jemaah ketiga, H. Istadi, warga Dusun Bulusari, Desa Bulu, Kecamatan Semen yang dirawat di RS An-Nur Mekkah. Istadi sakit diabet.
Kemudian jemaah keempat adalah H. Kasmari, warga Desa Mranggen, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Kamsari sakit jantung dan pernapasan akut, hingga dilarikan ke RS An-Nur.(ef)







