Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama sejumlah pihak terkait akan menindaklanjuti temuan atau dugaan paham radikal di Kota Delta, agar generasi penerus bangsa tidak sampai terjerumus ke dalamnya.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdor saat memberikan pemaparan pada kegiatan pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Wonoayu, di halaman Masjid Besar Maslakhul Huda, Jl. Raya Wonoayu.
Gus Muhdor menyatakan, berdasarkan suatu kajian dari seluruh kecamatan di Sidoarjo terkait radikalisme, dari 18 hanya 3 kecamatan yang berstatus aman dari radikal. Sementara lainnya berstatus merah dan kuning.
Ada 7 daerah yang statusnya merah, di antaranya Sedati, Buduran, Gedangan, Sidoarjo, Candi, Balongbendo dan Tarik. Sementara Wonoayu dan kecamatan lainnya berstatus kuning.
Setelah ditelisik, di dalamnya bukan warga sekitar dan mereka adalah pendatang. Meski begitu, keberadaan kelompok tersebut perlu diwaspadai.
Melihat Kabupaten Sidoarjo menjadi sasaran kelompok radikal, PCNU Sidoarjo siap bergerak menguatkan ideologi dan menjaga aset yang dimiliki NU.
Masuk dalam status kuning, pengurus MWC NU Wonoayu siap menciptakan gerakan yang Islami, penuh toleransi dan ramah.
Dalam waktu dekat, Bupati Sidoarjo mengajak pihak TNI-Polri dan ormas untuk menindaklanjuti temuan atau dugaan paham radikal yang dinilai membahayakan. (mk)







