
KEDIRI, JAWA TIMUR – Yayasan Lembaga Perlindungan Anak (YLPA) Kota Kediri menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang menarik perhatian publik dan awak media di wilayah ini. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri ini merupakan kerjasama antara YLPA Kota Kediri dan LBH APIK Jakarta. Tema yang diusung dalam FGD kali ini adalah “Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Eksploitasi Seksual Anak.”
Kegiatan FGD ini dihadiri oleh berbagai pemateri ahli di bidangnya. Maulia Martwenty Ine, Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri, turut berbicara dalam acara tersebut. Beliau menyampaikan bahwa hingga saat ini, Pengadilan Negeri hanya menangani dua perkara terkait tindak pidana perdagangan orang pada tahun 2013 dan 2014. Kasus-kasus tersebut memiliki latar belakang ekonomi yang kuat.
“Kami menyadari pentingnya upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang,” kata Maulia Martwenty Ine, Ketua PN Kota Kediri.
Selain itu, Siti Mazumah, Direktur LBH APIK Jakarta, juga menjadi salah satu pemateri yang berbicara dalam FGD ini. Beliau menjelaskan bahwa modus kejahatan saat ini semakin beragam, dengan banyak pelaku menggunakan smartphone sebagai sarana komunikasi elektronik, baik melalui aplikasi online maupun offline, dalam melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Heri Nurdianto, Dewan Pengawas YLPA, turut memberikan pandangan dalam acara tersebut. Ia berbagi pengalaman bahwa berkat keberadaan pers, karya jurnalistik yang baik telah mampu menyajikan informasi terkait kasus kejahatan seksual atau kekerasan yang melibatkan anak dan perempuan.
“Dari kasus yang terjadi, kita bisa melihat bahwa latar belakang ekonomi seringkali menjadi pemicu utama yang mendorong seseorang tergiur untuk bekerja demi memperbaiki nasibnya,” ujar Heri Nurdianto, Dewan Pengawas YLPA.
Kegiatan FGD ini memberikan wawasan yang berharga dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi seksual anak. Semua pihak yang hadir berharap bahwa melalui kerjasama dan pengetahuan yang lebih baik, kita dapat bersama-sama melindungi anak-anak dan perempuan dari ancaman yang serius ini. Semangat untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi mereka tetap menyala di hati setiap individu yang peduli terhadap masa depan generasi muda.







