Connect with us

Banyuwangi

Warga Pembopong Buaya Muara Menuju Pos Ramil Siliragung Was-was Jika Ikatannya Lepas

Diterbitkan

pada

Sumber : tangkapan layar Youtube Redaksi MaduTV.

Banyuwangi – Penemuan buaya muara yang mengejutkan warga Desa Barurejo pada Selasa malam, ternyata memberikan pengalaman mendebarkan sekaligus menegangkan bagi salah satu warga yang membopong hewan buas tersebut, menuju Pos Ramil Siliragung. Sempat khawatir buaya yang ia bopong lepas, namun rasa pedulinya kepada hewan reptil tersebut, mengalahkan rasa takut yang sempat hinggap di benaknya.

Penemuan buaya muara di Sungai Kalibaru, Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, pada Selasa malam, selain mengejutkan warga setempat lantaran tidak sengaja terjaring jala milik warga yang sedang mencari ikan, juga memberikan pengalaman mendebarkan, sekaligus menegangkan, salah satu warga yang ikut mengevakuasi hewan reptil yang diketahui memiliki ukuran 1  koma 3 meter tersebut. Secuil kisah singkat dan mendebarkan itu, tidak akan dilupakan ahmad saeran, pria 49 tahun, yang mengevakuasi buaya tersebut, bersama babinsa setempat, menuju pos ramil siliragung. Untuk mengevakuasi buaya muara itu, ahmad saeran memberanikan diri membopong dengan dibonceng sepeda motor bersama babibnsa setempat, dengan menempuh perjalanan sejauh 5 kilometer.

Perasaan was-was serta takut, campur aduk dalam benak Ahmad Saeran, selama perjalanan membopong buaya muara itu. Bagaimana tidak, kaki serta mulutnya, yang hanya diikat dengan tali rafia, serta matanya ditutup kain, bisa lepas sewaktu waktu, dan bisa membahayakan keselamatannya. Menurut pengakuan pria yang akrab disapa Sa’ean tersebut, selama perjalanan, sang buaya sempat mengeluarkan suara seperti auman yang membuatnya sempat ketakutan. Namun rasa peduli akan keselamatan hewan reptil yang menurut pengakuan Sa’ean berbobot lebih dari 15 kilogram tersebut, dapat mengalahkan rasa takut yang hinggap dalam benaknya.

Sa’ean bersyukur, selama membopong buaya tersebut, satupun anggota tubuhnya tidak ada yang terluka. Dan dirinya bersyukur, kini sang buaya yang pernah ia bopong, sudah berada di tempat yang lebih aman. (aw)

Continue Reading
Advertisement

Banyuwangi

Pemuda Jawa-Bali Adu Kreasi Kontes Aquascape di Banyuwangi

Diterbitkan

pada

Banyuwangi Aquascape Contest di Banyuwangi. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi – Puluhan anak muda dari Jawa dan Bali adu kreativitas dalam Banyuwangi Aquascape Contest atau seni mengatur tanaman air, batu, batu karang, koral atau kayu apung secara alami di dalam akuarium sehingga memberikan efek seperti berkebun di bawah air.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi kegiatan yang digelar Prodi Ilmu Perikanan Faktultas Perikanan dan Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Sabtu (4/12) kemarin. Banyuwangi Aquascape Contest berkolaborasi bersama Moza Aquatic dan Dinas Perikanan Banyuwangi.

“Aquaspace melatih kreativitas dan bisa dikembangkan menjadi ladang ekonomi kreatif. Saya suka melihat ikan, suka snorkeling melihat pemandangan bawah laut. Melihat karya teman-teman ini seolah kita sedang disuguhi keindahan taman bawah laut,” kata Bupati Ipuk di Banyuwangi, Senin.

Katanya, dulu orang menggandrungi ikan cupang, namun kini aquascape datang menawarkan keindahan lain yang tak kalah menarik, dan nilai estetika.

“Semoga ini bisa semakin dikembangkan bisa menjadi media ekonomi kreatif bagi anak-anak muda Banyuwangi,” tuturnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Untag Banyuwangi, Ervina Wahyu Setianingrum aquascape yang belakangan semakin digemari saat pandemi COVID-19, ini diikuti 70 peserta dari tingkatan pemula hingga advance.

“Mereka berasal dari Trenggalek, Madiun, Malang, Batu,  Situbondo,  Jember, Bondowoso, Pasuruan,  Kediri,  dan Banyuwangi. Sebelumnya kami juga pernah menggelar kompetisi aquascape se-Banyuwangi,” kata Ervina.

Banyuwangi Aquaspace Contest kali ini mengangkat tema “Aquaspace of Banyuwangi Tourism”, yaitu mengusung tema berbagai destinasi pariwisata Banyuwangi yang bisa terlihat dari aquaspace. Ada peserta yang menampilkan replika pohon-pohon seperti di Alas Purwo ataupun hutan Djawatan.

Salah satu dewan juri, Yoyo Prayogi mengatakan kreativitas peserta dalam Banyuwangi Aquaspace Contes kali ini melampaui ekspektasinya.

“Banyak pemula yang muncul dalam kontes kali ini. Mereka menghasilkan karya yang baik, kreatif dan idenya unik. Bagi pemula memang harus banyak berlatih dan belajar dari berbagai sumber. Selain itu harus sering ikut event, untuk mengasah jam terbang,” kata juri asal Banyumas itu.

Data pemenang Banyuwangi Aquascape Contest dari kalangan pemula, juara 1 Lutfi Atim (Malang), Juara 2 Haris Alist (Bondowoso), Juara 3 Bedjo Kadjur (Batu). Kategori Advance, Juara 1 AJCM Zamzon (Blitar), Juara 2 The Moon RDX (Malang), Juara 3 Yeye Aquatic (Jember). Sedangkan Bedjo Kadjur (Batu) kembali memperoleh Juara Favorit. (antara/nh)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: