Connect with us

Blitar

Warga Panik, Seekor Sapi Masuk Warung

Diterbitkan

pada

Blitar – Warga Desa Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, gempar dengan adanya seekor sapi yang tiba-tiba masuk ke sebuah warung makan. Sapi ini milik salah seorang pedagang hewan ternak yang  akan di bawa ke pasar hewan desa setempat. Usai berhasil di tangkap, sapi tersebut langsung di bawa ke pasar hewan untuk di jual.

Sapi milik seorang pedagang sapi di Desa Kunir, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar lepas. Masuk ke warung dan membuat panik warga yang ada di sekitar warung milik Yanti di Desa Kunir ini.

Sapi jantan ini akhirnya keluar warung, setelah warga yang berkerumun pergi. Sapi ini langsung di tangkap oleh pemiliknya.

Yanti mengaku kaget, melihat seekor sapi jantan masuk ke dalam warung, bahkan menabrak pagar hingga rusak. Beruntung saat di dalam warung kecilnya, sapi ini tidak banyak bergerak, sehingga tidak merusak barang-barang di dalam warung.

Kini sapi jantan ini sudah diamankan dan dibawa oleh pemiliknya ke pasar hewan untuk dijual. (sr)

Continue Reading
Advertisement

Blitar

Hama Petek Serang Ribuan Batang Tanaman Cabai

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Blitar – Di balik harga cabai yang melambung tinggi, petani justru mengeluh akibat tanaman cabainya banyak terserang hama petek. Petani terancam merugi sebab cabai yang seharusnya bisa dipanen justru busuk dan mengering di pohon.

Harga cabai di pasaran melambung tinggi yang sebelumnya hanya kisaran Rp. 10.000 hingga Rp. 12.000 per kilogram, kini menyentuh harga Rp. 55.000 per kilogram.

Namun, harga cabai tersebut tidak sepenuhnya membuat petani cabai di Kabupaten Blitar bahagia. Pasalnya  ribuan batang tanaman cabai terserang hama petek.

Sugianto, petani asal Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengatakan serangan hama cabai ini terjadi sejak sebulan terakhir menyebabkan cabai busuk dan mengering. Akibatnya cabai tidak bisa dipanen dan kondisi ini membuat petani resah karena terancam gagal panen.

Untuk mengurangi kerugian, cabai yang masih berwarna hijau terpaksa harus dipanen dini, karena jika terlambat akan busuk dan kemudian rontok. Petani menduga hama cabai petek terjadi akibat cuaca akhir – akhir ini.

Sugianto juga mengeluhkan kondisi ini, pasalnya 5.000 batang pohon cabai miliknya hampir 90 persen mati terserang hama patek. Dirinya  sempat berupaya mengobati tanaman yang terkena hama namun tidak membuahkan hasil. Bahkan ia berencana mengganti tanaman cabai miliknya dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan. (sr)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: