spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda BERITA VIDEO Wali Kota Surabaya Kunjungi Rumah Tak Layak Huni di Jalan Kedung Rukem...

Wali Kota Surabaya Kunjungi Rumah Tak Layak Huni di Jalan Kedung Rukem IV Surabaya

353

Surabaya – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya meninjau rumah warga penerima program rutilahu di Jalan Kedung Rukem IV Surabaya. Hal tersebut usai dirinya meluncurkan Dandan Omah, Program Padat Karya Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) 2022.

Peluncuran program itu dipusatkan di depan Kantor Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, yang diikuti secara virtual oleh perangkat daerah (PD), camat, dan lurah se-Surabaya, Kamis (31/3).

Dilansir dari surya online, Program Rutilahu di Kota Surabaya melibatkan Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) atau pekerja yang berasal dari warga sekitar. Setiap satu unit rumah yang dibedah melibatkan 4 orang warga dengan estimasi pekerjaan selama 20 hari. Selain itu, kebutuhan bahan bangunan setiap satu unit rumah juga diprioritaskan berbelanja di toko sekitar.

Tiap unit rumah pemkot menganggarkan Rp 35 juta. Program Rutilahu pada 2022 menyerap 3.200 tenaga kerja warga Surabaya. Dengan demikian, perputaran ekonomi kerakyatan dalam program itu mencapai Rp 28 miliar.

Eri Cahyadi mengatakan, tahun ini program padat karya rutilahu menyasar 800 rumah dengan prioritas masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Jumlah sasaran tersebut lokasinya tersebar di 154 kelurahan Surabaya.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun 2022 yang mencapai Rp 10,3 triliun. Karena itu, daripada membangun sesuatu yang monumental, Eri Cahyadi lebih memanfaatkan anggaran itu untuk kesejahteraan warga.

Pada 2022, ia lebih memprioritaskan kebijakan-kebijakan untuk perbaikan pembangunan sumber daya manusia dan kepentingan masyarakat. Surabaya akan menjadi kota hebat jika masyarakatnya sejahtera.

Eri mengingatkan camat dan lurah agar melaporkan rumah warga yang tidak layak huni. Ia juga minta semua perangkat daerah menyelesaikan sisa 2.600 dari total 3.400 usul Rutilahu tahun depan. (red)