Tuban – Dalam era dinamis yang diwarnai oleh kemajuan teknologi dan perubahan sosial, peran masjid sebagai pusat kegiatan peradaban Islam terus berkembang. Masjid bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga menjadi basis yang kuat untuk pembangunan karakter generasi muda yang memiliki wawasan Islam dan keindonesiaan yang kokoh. Sebagai pintu gerbang spiritual dan intelektual, masjid menjunjung tinggi nilai-nilai moderasi, persaudaraan, dan kesantunan, serta mendorong untuk menjauhkan diri dari permusuhan dan kebencian.
Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin, menekankan bahwa masjid memegang peran penting dalam membangun peradaban Islam yang inklusif. Beliau melihat masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai tempat di mana zakat dan kurban bisa ditunaikan, pernikahan diresmikan, dan diskusi mengenai berbagai isu umat dilakukan. Dengan demikian, masjid menjadi pusat kehidupan masyarakat muslim yang melayani kebutuhan rohaniah, sosial, dan intelektual.
Menurut KH. Ma’ruf Amin, masjid juga bisa menjadi basis utama untuk membentuk karakter generasi muda yang kokoh dalam keislaman dan keindonesiaan. Dengan mengedepankan nilai-nilai moderasi, masjid dapat menjadi tempat pengembangan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, sebuah ajaran yang berlandaskan pada kebijaksanaan, toleransi, dan kedamaian. Melalui proses pendidikan dan pengajaran yang holistik di masjid, generasi muda dapat tumbuh sebagai individu yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga memiliki rasa cinta dan tanggung jawab terhadap negeri Indonesia.
Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) BahruL Huda, Kabupaten Tuban, KH. Fathul Huda, menjelaskan bahwa nama masjid ini diambil dari nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy’ari. Nama ini dipilih dengan harapan agar masjid ini memperoleh berkah dari perjuangan dan dedikasi beliau dalam memperjuangkan Islam yang moderat dan memajukan bangsa. Masjid Kh. Hasyim Asy’ari diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat yang mempromosikan moderasi dalam beragama dan sikap inklusif terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menambahkan bahwa Masjid Kh. Hasyim Asy’ari memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kegiatan masyarakat dan moderasi beragama. Melalui berbagai program dan kegiatan, masjid ini dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan kualitas diri dan bersama-sama memajukan lingkungan sekitar. Keberadaan masjid ini akan menjadi tonggak dalam memperkuat kebersamaan dan memupuk toleransi di tengah keberagaman.
Dengan semangat yang penuh optimisme, Masjid Kh. Hasyim Asy’ari diharapkan akan menjadi pusat inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan karakter yang berlandaskan pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan. Melalui peran aktif masjid dalam mengedepankan moderasi, persaudaraan, dan toleransi, kita dapat bersama-sama meraih kemajuan yang berkelanjutan, menjadikan Indonesia sebagai tempat di mana peradaban Islam dan kemanusiaan berkumpul dalam harmoni yang indah.







