Kediri – Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan tak terhindarkan dalam aksi unjuk rasa di degan gedung DPRD Kabupaten Kediri . Mahasiswa yang berusaha menerobos masuk ke gedung DPRD untuk menyuarakan aspirasinya dihalang-halangi aparat kepolisian.
Demontrasi ini dilakukan oleh aktivis mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kediri Raya. Mereka menyuarakan tuntutan untuk menolak wacana penundaan pemilu 2024 dan perpanjangan jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode.
Mahasiswa juga mendesak pemerintah mengusut tuntas mafia minyak goreng yang telah meresahkan rakyat serta menolak kenaikan harga BBM Pertamax . Menurut mahasiswa, pemerintah menaikan harga BBM, di tengah harga minyak dunia mengalami penurunan. Kenaikan harga Pertamax tidak dibarengi dengan kebijakan pengawasan sehingga terjadi aksi borong pertalite yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Ketegangan antara mahasiswa dengan aparat keamanan sendiri mereda setelah Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto keluar untuk menemui para demonstran. Mahasiswa mengajak wakil rakyat duduk di aspal untuk berdialog.
Sementara itu, pihak DPRD Kabupaten Kediri akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa melalui jalur parlemen.(red)







