
Bangkalan – Siapa bilang mencoblos kepala desa hanya untuk urusan politik? Nur Hasanah, seorang penganten wanita asal Bangkalan, rela mengorbankan momen sakralnya untuk datang mencoblos sang idola jadi kepala desa di Desa Kebun, Kecamatan Kamal.
Dalam balutan gaun putih pengantin dan riasan pengantin yang cantik, Hasanah menjadi pusat perhatian di TPS. Tak sedikit warga dan panitia yang memperhatikan kehadirannya yang tak biasa tersebut.
“Ternyata hari ini bukan hanya hari spesial bagi saya, tapi juga warga Desa Kebun karena ada Pilkades. Jadi, saya rela datang ke TPS dengan gaun putih pengantin,” kata Hasanah dengan senyum manisnya.
Walau sedang mempersiapkan diri untuk menikah, Hasanah tetap memilih untuk memenuhi hak politiknya sebagai warga negara. Ia pun berharap, calon kepala desa yang ia dukung bisa terpilih dan memberikan kemajuan bagi desa tersebut.
Tak hanya itu, Hasanah juga sempat berfoto bersama kedua calon kepala desa untuk menunjukkan kedua calon tersebut harmonis dan membangun persatuan di desa tersebut.
“Kami selaku panitia pun memprioritaskan pencoblosan untuk Hasanah. Sebagai warga negara yang baik, Hasanah sudah memenuhi hak politiknya meskipun sedang mempersiapkan diri untuk menikah,” kata Ketua Panitia, Rachmat Supriyadi.
Tentunya, momen unik ini tak terlewatkan dari pandangan warga dan panitia di TPS. Semoga momen bahagia Hasanah dan juga pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Bangkalan dapat berjalan dengan lancar dan damai.(rhm)







