Trenggalek – Pemkab Trenggalek menerapkan micro lockdown di daerah yang terpapar Covid-19. Selain itu, Pemkab juga targetkan 12 ribu vaksinasi serta seribu tes rapid antigen selama PPKM Darurat hingga 20 Juli nanti. Pihak satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan akan membatasi area sekitar pemukiman yang warganya terinfeksi Covid-19.
Pemerintah nantinya akan mencukupi kebutuhan logistik warga di lingkungan yang menjadi lokasi micro lockdown. Dengan menutup lingkungan yang menjadi pusat penyebaran Covid-19, Pemkab berharap penyebaran virus tersebut bisa terkendali.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengatakan, selain memberlakukan micro lockdown, pemerintah juga menargetkan 12 ribu vaksinasi perhari. Selain itu, seribu tes rapid antigen dalam sehari sebagai upaya peningkatan pelacakan dini kasus Covid-19. Warga yang hasil tes cepat antigennya reaktif akan dites usap Polymerase Chain Reaction (PCR). Jika positif, tim dari Dinas Kesehatan akan melacak kontak erat yang bersangkutan.
Sementara kepala dinas kesehatan pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Trenggalek Saeroni mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar target vaksinasi dan tes cepat antigen itu dapat tercapai. Meskipun, ia mengakui ada kendala dalam pelaksanaan program 12 ribu vaksinasi per hari. Yakni soal distribusi vaksin dari pemerintah provinsi ke daerah.
Pemkab Trenggalek telah berkirim surat ke pemerintah provinsi agar distribusi vaksin ke wilayahnya berjalan lancar. Selain pemerintah daerah yang mengajukan permintaan vaksin ke pemerintah provinsi, usaha mendatangkan vaksin ke Trenggalek juga ditunjang dari kepolisian dan TNI. (wn)







