Trenggalek – Angka keterisian ranjang atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit daerah (RSUD) Dokter Soedomo Trenggalek relatif masih tinggi. Dengan rata-rata mencapai 86 persen. Kondisi itu sempat membuat rumah sakit kewalahan.
Dalam video yang sempat warga rekam beberapa hari yang lalu, kondisi ruang tunggu dan drop zone pasien di Instalasi Gawat Darurat atau IGD RSUD Dokter Soedomo Trenggalek, penuh oleh pasien. Mereka tidak tertampumg di ruang perawatan, lantaran keadaan ruang penuh.
Direktur RSUD Dokter Soedomo Trenggalek, Sunarto, mengakui kondisi membeludaknya jumlah pasien Covid-19. Bahkan angka BOR rumah sakit memang sempat menyentuh 91 persen. Untuk menangani kodisi tersebut, pihak rumah sakit melakukan upaya penambahan ruang isolasi pasien Corona. Dengan demikian, seluruh pasien di ruang tunggu dan drop zone dapat tertampung.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, yang meninjau langsung rumah sakit, memastikan, saat ini seluruh pasien dapat tertampung di ruang perawatan. Pihaknya mengapresiasi langkah manajemen rumah sakit yang mengubahnya lebih dari 60 persen ruang perawatan untuk penanganan Covid-19.
Rencananya, untuk mengurangi jumlah beban kapasitas rumah sakit, sebagian pasien yang telah membaik akan petugas kesehatan alihkan penanganannya ke rumah sakit darurat. (wn)







