spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda Bandung TPA Darurat Belum Optimal, Sampah di TPA Kota Bandung Menggunung

TPA Darurat Belum Optimal, Sampah di TPA Kota Bandung Menggunung

503

Bandung – Tumpukan sampah yang menjulang tinggi di TPS sederhana di Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi sorotan perhatian. Dengan ketinggian hampir mencapai 6 meter, tumpukan sampah ini menggambarkan tantangan serius dalam pengelolaan sampah di kota ini.

Sampah plastik dari rumah tangga telah menumpuk karena pembuangan ke TPA Sarimukti mengalami kendala, terutama akibat kebakaran yang terjadi di sana. Dengan 700 meter kubik sampah yang mayoritasnya adalah sampah plastik rumah tangga, situasi ini memerlukan perhatian serius dari pihak berwenang.

Petugas TPS telah melarang warga sekitar untuk membuang sampah ke TPS tersebut, karena khawatir tumpukan sampah ini akan meluber ke badan jalan. Selain itu, tumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga sekitar dengan bau yang tak sedap, tetapi juga merusak keindahan kota.

Ahmad Sutisna, seorang petugas TPS sederhana, menjelaskan situasi ini dengan prihatin. Namun, warga Bandung dapat bersama-sama mengatasi masalah ini dengan tindakan yang tepat. Salah satu solusi adalah dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembuangan sampah yang tepat dan mendukung usaha-usaha daur ulang.

Saat ini, TPA Sarimukti masih menghadapi kendala dalam membuang sampah dari Bandung Raya. Kepulan asap di kawasan tersebut menjadi indikasi bahwa masih terdapat titik api yang perlu dipadamkan. Upaya pemadaman dengan teknik bombing atau bom air terus dilakukan untuk mengatasi situasi ini.

Kita berharap bahwa dengan kerjasama antara pihak berwenang, petugas TPS, dan partisipasi aktif warga, masalah tumpukan sampah ini dapat segera diatasi. Bandung adalah kota yang indah dan dengan perhatian bersama, kita dapat menjaga kebersihannya dan menjadikannya tempat tinggal yang lebih baik bagi semua warganya. Semoga tumpukan sampah ini dapat segera teratasi dan Kota Bandung kembali bersinar dalam keindahannya. Yuwana Kurniawan, melaporkan dari Bandung.