Tulungagung – Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo meninjau lokasi jalan rusak di Desa Besole, Kecamatan Besuki, di perbatasan Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat Selasa, (15/2/2022). Bupati melihat langsung bagaimana ruas jalan sepanjang sekitar 30 meter menjadi kubangan lumpur.
Maryoto mengungkap, lima hari terakhir hujan lebat melanda Tulungagung. Akibatnya, wilayah di sekitar pegunungan terjadi sedimentasi. Sementara jalan yang rusak ini berada di laur Wisata Andalan, Pantai Selatan Tulungagung. Setiap akhir pekan kendaraan wisatawan dari berbagai kota melewati tempat tersebuti.
Menurutnya, di atas (pegunungan) pohon berkurang sehingga tidak bisa menahan sedimentasi. Bupati mengakui telah terjadi perubahan lahan pegunungan dari hutan menjadi tanaman jagung. Karena itu perlu penataan lingkungan agar tidak berdampak kerusakan.
Ia menuturkan, air dari pegunungan membawa material lumpur menutup saluran drainase. Akibatnya, saluran pengering jalan tak berfungsi karena tertutup sedimen. Air lalu menggenang di atas aspal dan memicu kerusakan. Dalam hal ini, sebuah ekskavator dikerahkan untuk membuat saluran agar genangan air berkurang.
Namun, untuk solusi jangka panjang, bupati berjanji akan mengajak perhutani untuk duduk bersama. Sebab lahan hutan yang gundul dan berubah jadi lahan pertanian adalah milik perhutani.
Selain titik Desa Besole, kerusakan parah juga terjadi di sekitar patung kuda Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, dan di makam Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Tiga lokasi ini menjadi langganan ancar air kiriman pegunungan yang membawa material lumpur tanah merah. Kondisi ini terjadi karena hutan di pegunungan selatan Tulungagung gundul semua. (red)







