spot_img
Rabu, Maret 18, 2026
Beranda NASIONAL Tinggi Air Surut Pasca Banjir Bandang di Deli Serdang, Sumatra Utara

Tinggi Air Surut Pasca Banjir Bandang di Deli Serdang, Sumatra Utara

360

Banjir bandang yang melanda Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara pada Minggu (30/4) mengakibatkan tinggi muka air surut, sebagaimana dilaporkan BPBD kabupaten setempat pada Senin dini hari (1/5).

Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan mobil putih terbawa arus banjir bandang. BPBD Kabupaten Deli Serdang menyatakan bahwa kendaraan tersebut sudah ditemukan dan akan dievakuasi hari ini. Penanganan darurat pun dilakukan dengan mengerahkan personel dari unsur daerah.

Banjir bandang ini berdampak pada 8 jiwa dari 2 KK yang kini mengungsi ke tempat kerabat terdekat. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa atau luka-luka, namun BPBD masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi. Data sementara mencatat 2 rumah rusak berat dan 1 mobil warga hanyut akibat kejadian ini.

Insiden ini disebabkan oleh hujan lebat yang mengakibatkan debit air Sungai Betimus meluap. BMKG memprediksi potensi hujan ringan hingga sedang pada hari ini (1/5), dan hujan ringan hingga hujan petir esok hari (2/5). Secara umum, wilayah Sumatra Utara masih berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang. Warga di kawasan hilir dan sekitar sungai perlu mewaspadai hujan lebat yang terjadi di bagian hulu. Koordinasi antar wilayah ditingkatkan dengan panduan dari BPBD setempat agar peringatan dini sederhana antar komunitas dapat berfungsi secara optimal.

Kondisi Pasca Banjir Deliserdang

Selain mewaspadai bahaya banjir bandang, warga juga perlu mewaspadai potensi bencana tanah longsor. Badan Geologi menyatakan bahwa pada bulan April lalu, Kecamatan Sibolangit memiliki potensi bahaya menengah hingga tinggi. Sementara itu, analisis inaRISK menunjukkan 9 kecamatan berpotensi tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi, termasuk wilayah Sibolangit.