spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda BERITA VIDEO Temu Inklusi Nasional Ke 5 Tahun 2023 Diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah...

Temu Inklusi Nasional Ke 5 Tahun 2023 Diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur

308

Situbondo – Temu Inklusi #5 yang diadakan pada tanggal 1 Agustus 2023 menjadi tonggak sejarah bagi upaya mewujudkan Indonesia yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Acara ini melibatkan lebih dari 600 peserta perwakilan dari berbagai organisasi disabilitas, organisasi sipil, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan dari seluruh penjuru Indonesia. Momen bersejarah ini pun disambut dengan antusias oleh berbagai pihak penting, termasuk Bupati Situbondo Karna Suswandi, Pengasuh Pondok Pesantren KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy, dan perwakilan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.

Dalam pembukaan resmi acara oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, disampaikan harapan untuk terbentuknya kemitraan kuat lintas sektor. Hal ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan mengatasi kebutuhan khusus yang dihadapi oleh penyandang disabilitas. Khofifah berkomitmen untuk menyampaikan rekomendasi dari temu ini kepada Presiden, dengan harapan akan ada langkah konkret dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih inklusif.

Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM) telah lama berperan dalam memastikan pengarusutamaan isu disabilitas dalam semua aspek. Keterlibatan mereka dalam Temu Inklusi #5 adalah bukti nyata dari dedikasi mereka terhadap isu kemanusiaan, kesehatan, dan pembangunan yang inklusif. YAKKUM turut berperan dalam fasilitasi seminar nasional dengan tema “Agama dan Disabilitas,” serta dua diskusi tematik mengenai pemenuhan dan perlindungan hak penyandang disabilitas mental di balai rehabilitasi/panti di Indonesia, dan layanan kesehatan inklusif untuk penyandang disabilitas.

Seminar nasional “Agama dan Disabilitas” membahas pentingnya pemahaman agama yang berbasis hak asasi manusia. Disabilitas dipandang sebagai bagian dari keberagaman ciptaan Tuhan, dan pemaknaan yang berbeda-beda terhadap ajaran agama telah menyebabkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Oleh karena itu, pemahaman agama yang inklusif diharapkan dapat merubah cara pandang yang diskriminatif dan lebih menghargai martabat manusia.

Para narasumber yang hadir dalam seminar ini adalah tokoh-tokoh penting dari berbagai lintas agama. Mereka, antara lain Jaimun dari YAKKUM, KH Affifudin Mujahir dari Yayasan PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Romo Yohanes Aristanto Hari Setiawan dari Komisi Keluarga Konferensi Waligereja Indonesia, Drs. Slamet Amex Thohari dari Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU), dan Desty Endah Nurmalsari, S.Pd sebagai perwakilan dari penyandang disabilitas mental.

Semangat optimisme dari Temu Inklusi #5 ini memberikan harapan besar bagi masa depan inklusif Indonesia. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan lembaga agama, upaya bersama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh penyandang disabilitas semakin kokoh. Semoga rekomendasi yang disampaikan pada acara ini akan menjadi pijakan untuk langkah-langkah nyata dalam menciptakan Indonesia yang lebih inklusif, manusiawi, dan adil bagi semua warganya.