spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda BERITA VIDEO Tasyakuran Mengangkat Tema “Menumbugkan Jurnalisme Positif, Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital”

Tasyakuran Mengangkat Tema “Menumbugkan Jurnalisme Positif, Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital”

299

Jakarta – Suasana penuh semangat dan optimisme memenuhi acara tasyakuran yang digelar oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) pada hari ini. Tema yang diangkat, “Menumbugkan Jurnalisme Positif, Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital,” menjadi momentum penting bagi para jurnalis televisi dan para pemangku kepentingan di dunia media untuk bersatu dalam menjaga nilai-nilai jurnalisme berkualitas dan kemerdekaan pers yang menjadi salah satu pilar demokrasi.

Dalam sambutannya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengakui bahwa tantangan di bidang jurnalisme televisi semakin beragam, dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu faktor utama yang menjadi perhatian. Namun, beliau juga menegaskan bahwa peran manusia sebagai jurnalis tetap tak tergantikan, karena empati, pandangan kritis, dan konteks manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kemerdekaan pers, yang merupakan buah dari reformasi, dengan penuh tanggung jawab.

Tasyakuran ini juga dirangkai dengan momen istimewa, di mana Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, memotong tumpeng ulang tahun yang kemudian diberikan kepada Menkominfo Budi Arie Setiadi dan Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya. Kehadiran para pemimpin redaksi media televisi serta para jurnalis televisi dari berbagai daerah di Indonesia, baik secara offline maupun virtual, menunjukkan semangat kolaboratif dalam menjaga integritas dan mutu jurnalisme.

Dalam sambutannya, Menkominfo Budi Arie Setiadi menyampaikan harapannya bahwa IJTI akan terus berperan aktif dalam mengembangkan jurnalisme positif dan menghadapi dinamika era digital. Dukungan untuk menjaga kemerdekaan pers dengan bertanggung jawab merupakan suatu keniscayaan untuk memastikan informasi yang akurat, berimbang, dan bermakna terus tersalurkan kepada masyarakat.

Acara yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan media ini menjadi simbol kolaborasi yang harmonis antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman. Semangat tasyakuran ini melambangkan tekad bersama untuk terus memperkuat kualitas jurnalisme, memanfaatkan teknologi dengan bijak, dan menjaga prinsip-prinsip kemerdekaan pers demi terwujudnya masyarakat yang lebih cerdas, tercerahkan, dan demokratis.