spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda Jawa Timur Targetkan Ekspor, Mas Dhito Canangkan Desa Kopi Organik

Targetkan Ekspor, Mas Dhito Canangkan Desa Kopi Organik

216
Foto Muchtar Affendi Jurnalis MaduTV Nusantara

Kediri – Program Desa Inovasi Tani Organik (Dito) yang digalakkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kini merambah ke komoditas kopi. Pihaknya targetkan dua tahun mendatang hasil dari progam tersebut sudah siap ekspor.

Upaya yang dilakukan bupati muda yang kerap disapa Mas Dhito ini melihat karena adanya potensi  kopi yang besar di wilayah lereng Gunung Wilis. Menurutnya, Seluas 35 hektar lahan ditargetkan tahun depan akan menjadi pusat kopi organik.

Kemudian, pihaknya menyebutkan akan menunjuk Desa Jugo sebagai pilot projek tersebut. Nantinya, kata Mas Dhito, kopi organik ini akan dikerjakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Untuk mencetak biji kopi kualitas ekspor itu, lanjut Mas Dhito, pihaknya sudah minta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun), Anang Widodo untuk membuat dan memanange dengan baik production house untuk kopi ini.

Terlebih tahun depan akan beroperasinya bandara, lanjutnya, Kabupaten Kediri ini bakal jadi titik tumpu baru setelah Surabaya. Kopi ini bakal jadi salah satu primadona UMKM yang mempunyai daya jual yang tinggi selain Nanas dan Mangga Podang.

Terpisah, Anang menyebutkan, selain pengembangan kopi organik ini, gapoktan juga akan mendapatkan stimulan hewan ternak berupa kambing sebagai pemasok kotoran yang akan dijadikan bahan pupuk organik untuk kopi ini.

Anang menuturkan jika produksi lancar, akhir 2023 atau awal 2024 sudah bisa ekspor minimal 1 ton kopi organik. Terakhir, Anang mengatakan tujuan ekspor yang direncakan ada 10 negara termasuk negara timur tengah dan Malaysia.(me)