spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda Kediri Tak Dibatasi Persediaan Beras, Ini Kata Kepala Bulog Kediri

Tak Dibatasi Persediaan Beras, Ini Kata Kepala Bulog Kediri

388

KEDIRI, MADUTV – Paska terjadinya antrian di Kantor Bulog Cabang Kediri Jumat Pagi dengan warga yang mayoritas emak-emak menaruh sandal dan helmya Kepala Bulog Cabang Kediri angkat bicara.

Imam Mahdi Kepala Bulog Cabang Kediri mengungkapkan sejauh ini kios di depan kantor itu (Bulog) selalu tersedia beras medium SPHP maupun beras premium setiap harinya.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, insyaAllah semua bisa mendapatkan beras dgn harga terjangkau,”ungkapnya kepada jurnalis di Kediri

Lebih lanjut Kabulog menegaskan terkait adanya antrian warga yang mengunakan sandal dan helm karena warga cenderang datang sebelum jam operasional kios di Kantornya.

” Hanya saja beberapa masyarakat datang sebelum jam operasional kios jam 8 sampai jam 9 pagi dan memberi tanda bahwa yang bersangkutan sudah datang lebih pagi dengan sandal atau helm,”tandasnya

Diberitakan sebelumnya,seiring melambungnya harga beras dipasaran akhir akhir ini membuat masyarakat terutama dari kalangan “Emak-Emak” berburu antrian, seperti terlihat ada ratusan helm dan sandal berbaris rapi dari depan hingga belakang mengantre panjang di depan kantor Bulog Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat Pagi (1/3/2024).

Ratusan warga yang antri untuk beli beras murah, enggan berdiri karena kepanasan dan lelah menunggu lama.

Sebagai gantinya, mereka menjajarkan sandal dan helm. Sementara pemiliknya, duduk-duduk dan berteduh selama dua jam menunggu gerai mulai di buka.

Saat gerai dibuka, ratusan warga langsung berdiri dan menggantikan helm serta sandal yang mereka taruh.

Agar merata, pembelian juga dibatasi, yakni 1 orang hanya boleh membeli satu pacs beras ukuran 5 kilogram. Dan untuk mencegah agar warga tidak bolak-balik membeli, usai membayar jari warga juga dikasih tinta oleh petugas.

Warga mengaku, terpaksa antre dari pukul 6, untuk mendapatkan antrean terdepan, sehingga bisa terlayani lebih dahulu. Warga juga terbantu dengan adanya harga beras yang murah tersebut.

โ€œTadi antre dari pukul 6.00 meskipun gerai beras baru dibuka pukul 8.00 WIB. Ia tadi menaruh sandal sebagai ganti antrean agar tidak diserobot oleh orang lain,โ€ Kata suparmi, warga Gogorante

Perempuan yang juga berprofesi sebagai penjual nasi pecel ini memang mengandalkan beras dengan harga yang lebih terjangkau, agar usahanya tetap bisa berjalan.

โ€œHarga beras di pasar lebih mahal Rp 17.000 per kilogram. Ini (beras) buat jualan nasi pecel,โ€ sebutnya.

Sedangkan harga beras SPHP di Kantor Bulog Kediri hanya dijual dengan harga Rp 52.000 per kemasan lima kilogram.(ef)