spot_img
Kamis, Juli 18, 2024
Beranda Hukum dan Ham Syarief Hasan: Diskursus Haluan Negara Masih Terkait Payung Hukum

Syarief Hasan: Diskursus Haluan Negara Masih Terkait Payung Hukum

106

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan mengatakan diskursus terkait haluan negara saat ini masih terkait payung hukum. Yaitu, mau ditempatkan di mana. Apakah masuk dalam konstitusi atau cukup di undang-undang.

“Hanya saja yang menjadi masalah adalah untuk memayungi dari haluan negara itu tempatnya di mana. Itu yang menjadi inti persoalan sekarang,” kata Syarief dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Hal itu Syarif katakan dalam Press Gathering Pimpinan MPR dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/10). Ia menjelaskan, ada dua pandangan terkait payung hukum untuk haluan negara, pertama; cukup dengan undang-undang, dan kedua; payung hukumnya adalah Ketetapan MPR.

“Ada pandangan yang mengatakan, berdasarkan pengalaman yang pernah kita lakukan dan masih berlangsung sampai sekarang adalah pembangunan nasional yang terlaksana cukup dengan undang-undang,” ujarnya. Namun, ia mengatakan, kalau payung hukum haluan negara masuk ke dalam konstitusi maka akan banyak terjadi pergeseran ketatanegaraan.

Hal itu menurut Syarif menjadi semakin menarik. Hal tersebut karena sistem ketatanegaraan Indonesia sudah final bahwa presiden dan wakil presiden terpilih langsung oleh rakyat. Menurutnya, berbicara haluan negara dan pembangunan nasional adalah dua hal penting yang sangat berkaitan. Indonesia memang membutuhkan satu konsep bagaimana membangun bangsa ke depan.

Dia menilai untuk membangun Indonesia ke depan, hal yang patut menjadi komitmen bersama adalah kepentingan bangsa dan negara di atas segala-galanya.

“Kepentingan partai harus menjadi nomor kesekian, kepentingan golongan juga nomor kesekian, apalagi nama kepentingan individu,” katanya.

Syarief menilai tanpa komitmen itu, agak sulit membuat suatu perencanaan, apalagi kalau perencanaan itu tidak mengikat sehingga bisa menjadi masalah.

Syarif mengatakan, haluan negara memang menjadi kebutuhan negara dan akan lebih banyak positifnya. Sehingga, hampir dapat terpastikan semua masyarakat setuju dengan adanya haluan negara bagi bangsa Indonesia.

“Karena setiap warga negara menginginkan mengerti negara saya ini 10 tahun akan datang akan seperti apa, 25 tahun ke depan akan seperti apa, atau 100 tahun kedepan seperti apa,” ujarnya.

Selain Syarief Hasan, pimpinan MPR yang juga hadir dalam acara pers gathering tersebut adalah Wakil Ketua MPR Arsul Sani, para anggota MPR RI Ledia Hanifa Amalia, Yanuar Prihatin, Farida Hidayati, dan Siti Mufattahah. Selain itu juga hadir Sekjen MPR RI Ma’ruf Cahyono, Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi Siti Fauziah, dan hadir sebagai undangan Plt. Kepala Biro Pemberitaan Setjen DPR RI Djoko Anggoro, Kepala Biro Protokol Humas dan Media, Setjen DPD RI. Mahyu Darma. (Antara/ib)