
Kediri – Pro-kontra Penerapan Full Day School atau Lima Hari Masuk di Kota Kediri terhadap pelajar tingkat SD SMP terus mendapatkan berbagai ragam sorotan. Usai Gerakan Pemuda Ka’bah menganggap bahwa penerapan itu membuat siswa terganggu saat mengikuti TPA atau Madinnya sehingga kondisi tersebut perlu adanya evaluasi menyeluruh. Dan saat ini giliran Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kota Kediri bersuara dengan telah melakukan berbagai survey mulai dari Siswa Siswi, Orang Tua ataupun Lembaga Madin sendiri.
Setidaknya FORUM KOMUNIKASI DINIYAH TAKMILIYAH KOTA KEDIRI yang BerSekretariat di PP Al Mahrusiyah Ngampel Kota Kediri menunjukkan indikator nya.
HASIL SURVEY
DAMPAK PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI KOTA KEDIRI
(Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan No 421/2905/419.109/2023 tanggal 14/09/2023)
Dari PERSPEKTIF SISWA MADIN
Survey Ini Resmi di Buat Oleh DPC FKDT Kota Kediri. Survey Ini dilakukan 1 Minggu Mulai 18 September 2023 sampai 23 September 2023. Survey Ini Dilakukan Setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri memberlakukan FULL DAY SCHOOL 5 hari Sekolah untuk TK, SD, SMP Se Kota Kediri berlaku sejak 16 September 2023 dengan Dasar Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan No 23 Tahun 2017 dan Hasil Talkshow Merancang Pendidikan di Kota Kediri Untuk Masa Depan Bersama Walikota Kediri 14 September 2023.
Survey ini di isi oleh 108 siswa, 50,9 % adalah Perempuan dan 49,1% laki-laki, yang berasal dari 30 Lembaga madin dan dari 35 Sekolah Formal (TK, SD/MI, SMp/Mts di Kota kediri).
Hasilnya 89 % mereka menyatakan Capek Fisik dan Pikiran nya dengan adanya FDS di sekolah Formal. 50 % dari mereka menyatakan Malas mengaji akibat kecapean. 60,2 % dari Mereka berharap agar FDS di Hapus. Lebih Lanjut HASIL SURVEY
DAMPAK PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI KOTA KEDIRI (Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan No 421/2905/419.109/2023 tanggal 14/09/2023)
Dari PERSPEKTIF ORANG TUA/WALI SISWA MADIN
Survey Ini Resmi di Buat Oleh DPC FKDT Kota Kediri. Survey Ini dilakukan 1 Minggu Mulai 18 September 2023 sampai 23 September 2023. Survey Ini Dilakukan Setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri memberlakukan FULL DAY SCHOOL 5 hari Sekolah untuk TK, SD, SMP Se Kota Kediri berlaku sejak 16 September 2023 dengan Dasar Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan No 23 Tahun 2017 dan Hasil Talkshow Merancang Pendidikan di Kota Kediri Untuk Masa Depan Bersama Walikota Kediri 14 September 2023 .
Survey ini di isi oleh 117 Orang tua / Wali siswa madin, berasal dari 20 latar belakang pekerjaan dan berasal dari 30 Lembaga madin dan dari 35 Sekolah Formal (TK, SD/MI, SMp/Mts di Kota kediri).
Hasilnya 81 % mereka menyatakan bahwa kendala yang di hadapi Putra/Putrinya dalam mengaji sepulang sekolah formal setelah penerapan FDS adalah Capek Fisik dan Pikiran nya dengan adanya FDS di sekolah Formal. 38.5 % dari mereka menyatakan Putra/Ptrinya tidak berangkat mengaji karena capek. 60,1 % dari Mereka tetap Mengaji. 75.2 % dari Mereka berharap agar FDS di Hapus. Dan yang paling akhir HASIL SURVEY
DAMPAK PENERAPAN FULL DAY SCHOOL DI KOTA KEDIRI
(Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan No 421/2905/419.109/2023 tanggal 14/09/2023)
Dari PERSPEKTIF LEMBAGA MADIN
Survey Ini Resmi di Buat Oleh DPC FKDT Kota Kediri. Survey Ini dilakukan 1 Minggu Mulai 18 September 2023 sampai 23 September 2023. Survey Ini Dilakukan Setelah Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri memberlakukan FULL DAY SCHOOL 5 hari Sekolah untuk TK, SD, SMP Se Kota Kediri berlaku sejak 16 September 2023 dengan Dasar Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan No 23 Tahun 2017 dan Hasil Talkshow Merancang Pendidikan di Kota Kediri Untuk Masa Depan Bersama Walikota Kediri 14 September 2023 .
Survey ini di isi oleh 10 Lembaga madin, berasal dari Madin Non Pondok Pesantren di Kota Kediri. 50 % Kepala Madin, 40 % Operator Emis dan 10 % Guru Madin.
Hasilnya mereka menyatakan bahwa kendala yang di hadapi Lembaganya dalam mengaji sepulang sekolah formal setelah penerapan FDS adalah keaktifan Siswa berkurang, Banyak yang terlambat datang dan Tidak Masuk, Waktu Mengaji ngantuk tidak fokus, Menolak untuk Menulis Pelajaran Karena capek. 100 % dari Mereka berharap agar FDS di Hapus.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban.(ef)







