Surabaya – Di tengah tingginya kasus positif Covid-19 di Kota Surabaya, serta permintaan oksigen yang tinggi di rumah sakit seluruh Surabaya, menggugah rasa empati civitas kampus ITS Surabaya. Yaitu dengan membuat inovasi berupa oksigen konsentrator yang tidak memerlukan tabung. Ciptaan alat penghasil oksigen ini dapat membantu rumah sakit akan kurangnya persediaan oksigen. Hal ini juga dapat mengurangi kebutuhan pengadaan tabung oksigen dalam jumlah banyak.
Permintaan oksigen yang tinggi di berbagai rumah sakit wilayah Surabaya, membuat civitas kampus Institut Teknologi Sepuluh November atau ITS Surabaya membuat inovasi. Yaitu tabung oksigen konsentrator yang pengoperasiannya dengan menggunakan listrik dan tanpa tabung oksigen.
Oksigen konsentrator buatan civitas ITS Surabaya tersebut bekerja dengan menyambungkannya ke stopkontak listrik. Cara kerja alat ini adalah menyaring udara di ruangan yang awalnya terdiri dari 79 persen nitrogen dan 21 persen oksigen. Kemudian, konsentrator oksigen menggunakan udara itu lalu menyaringnya dan berubah menjadi 90 hingga 91 oksigen murni. Selanjutnya nitrogen dipisahkan untuk memberi pasien dosis oksigen setinggi mungkin.
Ada beberapa bagian yang membentuk oksigen konsentrator, seperti kompresor dan dua buah filter adalah bagian utama. Satu filter udara dari luar, sementara filter berikutnya untuk mengalirkan oksigen ke pasien. Nantinya, udara yang terkompresi akan bergerak ke dalam filter. Filter inilah yang berperan untuk memisahkan nitrogen dari udara
Pihaknya berharap, kedepannya oksigen konsentrator ini dapat diproduksi massal, sehingga dapat memenuhi kebutuhan oksigen sejumlah rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19. (mf)







