
Sleman, Yogyakarta – Tersusun dari bebatuan alam, puncak Mintorogo yang terletak di Dusun Gayam, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, DIY, dugaan merupakan peninggalan umat budha yang berbentuk stupa. Lokasinya yang berada di puncak kawasan perbukitan Kapanewon Prambanan. Sehingga banyak yang yakin tempat tersebut menjadi temuan situs purbakala tertinggi di Yogyakarta.
Susunan bebatuan alam yang menurut dugaan kuat merupakan batuan jenis kapur inilah yang selama ini warga Dusun Gayam, yakin merupakan salah satu bukti peninggalan umat budha berupa stupa.
Bentuk susunan batu yang melingkar dengan ukuran 7×7 memperkuat dugaan bentuk awal batu. Sebelum mengalami runtuh akibat gempa bumi adalah stupa tunggal. Saat ini, kondisi susunan bebatuan peninggalan abad 9 masehi ini sudah banyak yang berubah. Terlebih dengan banyaknya batuan tak tertata dengan baik.
Namun jika terlihat dari sisi utara, masih terlihat jelas bentuk susunan batu bertumpuk keatas tersusun rapi menyerupai lingkaran. Menurut salah seorang pegiat purbakala, Hari Wahyudi, bangunan purba seperti itu sebagai patok batas negara ataupun bangunan pendarma. Namun demikian, sejauh ini belum diketahui kepastiannya karena di lokasi sangat minim relief, bahkan tidak ditemukan arca di dalam stupa, karena kemungkinan bisa hilang atau memang tidak ada.
Sementara itu, warga sekitar dusun gayam mempercayai jika puncak mintorogo ini dahulu kala merupakan tempat pertapaan. Karenanya, sejak empat tahun lalu, puncak mintorogo mulai dikelola sebagai tempat wisata religi. (di)







