
Bangkalan – Seorang sopir pick up pengantar terop menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh pemilik proyek desa. Akibat kejadian ini, korban terluka di bagian kepala, punggung, dan tangan, hingga dilarikan ke Puskesmas setempat guna dilakukan perawatan intensif.
Penduduk Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Madura, dihebohkan dengan seorang sopir pick up bernama Muslimin yang terluka di beberapa bagian tubuhnya. Korban diketahui sebagai pengantar terop kemanten, menderita luka di beberapa bagian tubuhnya, diduga setelah dianiaya oleh SU, seorang pemilik proyek jalan desa setempat.
Informasi yang beredar menyebutkan insiden ini dipicu saat korban Muslimin yang sedang mengantarkan terop dengan mobil pick up melewati jalur desa tepatnya di Dusun Kayuabu, Desa Manoan, Kecamatan Kokop, Bangkalan. Korban kemudian membuka portal jalan yang dipasang oleh pelaku sebagai pemilik proyek jalan desa. Hal ini membuat pelaku tersinggung dan marah kepada korban. Keduanya terjadi cekcok mulut, lalu korban dianiaya oleh pelaku dengan balok kayu.
Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka parah pada bagian kepala, lengan, dan bagian punggung tubuh. Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, membenarkan telah terjadi penganiayaan. Namun, korban tidak melakukan perlawanan saat dianiaya dan hanya berusaha menghindar serta menepis serangan pelaku.
Mengenai adanya pelaku sedang membawa senjata api, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk akan memeriksa saksi. Sementara itu, korban mengalami luka serius di bagian kepala, punggung, dan lengan, kemudian dilarikan ke Puskesmas setempat guna dilakukan perawatan secara medis.







