Blitar โ Inilah Ahmad Mukhlisin, seorang difabel asal Desa Wonodadi Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar. Setiap hari, Bapak satu anak ini berkecimpung dengan cat, besi, dan motor untuk memodifikasi sepeda motor roda dua menjadi roda tiga.
Kholis sapaan akrabnya sudah memulai usaha modifikasi motor ย roda tiga ini sejak 2014 lalu. ย Ia belajar secara otodidak dan karena tekadnya yang tidak ingin merepotkan orang lain saat berpergian. Bahkan, hingga kini sudah ratusan motor ย yang berhasil Ia modifikasi.
Setiap bulan, Ia mampu memodifikasi dua motor. Berawal dari ingin membantu teman sesama difabel, kini justru memodifikasi motor menjadi mata pencahariannya. Untuk satu modifikasi motor, Kholis tidak mematok harga yang tinggi, yakni sekitar lima hingga delapan juta rupiah tergantung tingkat kesulitan dan permintaan pelanggan.
Anak ke empat dari enam bersaudara ini mengaku kesulitan yang Ia hadapi salah satunya untuk mendapatkan bahan-bahan modifikasi. Karena ingin mendapatkan hail yang rapi, Ia kerap kesulitan mendapatkan sparepart di Wilayah Karisidenan Kediri. Untuk itu, Ia harus berbelanja secara online. Meski demikian, sparepartnya juga sudah sulit ditemukan.
Banyak warga yang memilih memodifikasi di bengkel milik Kholis karena selain harga yang murah, ย juga kualitas yang baik. Bahkan, keuletan Kholis juga membuat kagum orang lain, sebab ditengah keterbatasannya Ia mampu menjadi tulang punggung keluarga.
Ahmad Mukhlisin pernah mengalami jatuh bangun dalam usaha. Selain bengkel motor modifikasi, Ia juga memiliki usaha pembuatan roti. Karena pandemi covid-19, membuat usahanya gulung tikar. Kini peralatan membuat rotinya hanya tersimpan di dalam gudang.
Menjadi modifikator motor tiga roda dinilainya lebih stabil dibandingkan usaha membuat roti. Sebab untuk memodifikasi motor ย minim resiko kerugiannya jika dibandingkan dengan membuat roti.
Kini Kholis lebih menikmati sebagai modifikator motor roda tiga, sebab selain menghasilkan uang Ia juga dapat membantu teman-temannya sesama difabel. Ia berharap, pada teman-temannya untuk tidak putus asa dan terus berusaha sehingga menjadi manusia yang mandiri.(red)







