Sempat Tertimbun Reruntuhan, Dwi Antoko Selamat Dari Maut Peristiwa Tanah Longsor Blitar

105

BLITAR, MADUTV – Sempat tertimbun reruntuhan kandang ayam, Dwi Antoko (22), selamat dari maut dalam peristiwa tanah longsor di Dusun Sukorejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, pada Minggu (30/6/2024).

Dwi Antoko mengaku, saat kejadian pada longsoran pertama dirinya sempat tertimbun reruntuhan bangunan kandang ayam bersama korban lain yang juga pemilik kandang ayam, Gunawan (45).

“Saat kejadian, saya sempat tertimbun material bangunan kandang. Tubuh saya tidak bisa gerak, tapi bagian wajah masih bisa melihat luar. Saya tertimbun sekitar 15 menit sampai ada warga yang menolong,” ujar Anto, Selasa (2/7/2024).

Seperti diketahui, dalam musibah tanah longsor ini total ada empat orang yang tertimbun longsoran.

Dari empat korban yang tertimbun longsor, satu orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup.

Satu korban selamat, yaitu, Dwi Antoko atau Anto (22). Sedang tiga korban yang tertimbun longsor, yakni, Mugiono (58) dan Jarianto (62) dan Gunawan (45).

Dua korban, yaitu, Mugiono dan Jarianto sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Untuk korban Gunawan sang pemilik kandang, diduga masih tertimbun material tanah longsor dan hingga kini belum ditemukan.

Saat ditemui di rumahnya, bagian wajah, lengan dan kaki Anto juga terlihat lecet-lecet bekas tertimpa reruntuhan bekas bangunan kandang. Selain itu Anto juga terlihat masih syok dengan peristiwa yang dialaminya.

” Pergelangan tangan kanan saya juga masih bengkak, dibagian punggung juga lecet-lecet. Tapi, alhamdulillah dari hasil rontgen tidak ada bagian yang patah,” kata Anto.

Anto bercerita, saat itu, dirinya selesai mencari pakan ternak. Ketika hendak pulang, ia bertemu dengan Gunawan.

Gunawan meminta tolong kepada Anto untuk membantu memindahkan ayam dari kandang.

“Awalnya sempat terjadi longsor kecil menimpa bagian kandang ayam milik Mas Gunawan. Habis merumput saya dipanggil mas Gunawan dimintai tolong membantu memindah ayam dari kandang,” katanya.

Setelah berada di dalam kandang, Anto melihat lampu kandang tiba-tiba bergoyang seperti terjadi gempa.

“Saya juga sempat mendengar suara kretek kretek seperti kayu patah. Saya bilang ke Mas Gunawan ada gempa. Kami berdua berlari dan berusaha keluar dari kandang,” ujarnya.

Karena posisinya jauh dari pintu kandang, Anto akhirnya berinisiatif merobek terpal dinding kandang.

Anto sempat menggandeng tangan Gunawan untuk membawa keluar dari kandang. Tapi, belum sampai keluar, Gunawan terjatuh dan terlepas dari gandengannya.

“Posisi saya terjatuh tertimpa reruntuhan material kandang. Setelah itu, saya tidak ingat lagi di mana posisi Mas Gunawan,” imbuhnya.

Dalam posisi terjebak longsoran, Anto masih terdengar suara Gunawan minta tolong.

“Saya gak bisa apa-apa. Saya juga teriak-teriak minta tolong sambil meraih kayu untuk saya gerak-gerakan ke atas sebagai tanda mencari pertolongan,” katanya.

Sekitar 15 menit berada di bawah reruntuhan material kandang, Anto baru melihat ada warga yang datang untuk menolongnya.

“Setelah keluar dari reruntuhan, saya langsung mencari tempat aman. Tiba-tiba ada longsor susulan yang lebih besar,” pungkasnya.(suk)