Connect with us

Blitar

Selip, Truk Seruduk Rumah Dua Orang Luka-Luka

Diterbitkan

pada

Blitar –  Sebuah truk tiba-tiba nyelonong dan menyeruduk bangunan rumah di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Rabu (27/10/2021). Akibatnya penghuni rumah atas nama Ferdinand Yusuf (21) mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan ke rumah sakit. Sementara kondisi toko yang kena seruduk truk, hancur tak berbentuk.

Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Kota Ipda Ahmad Ahfandi mengatakan, kendaraan truk AG 9017 PH dikemudikan Jailani (30) warga Kelurahan Tlumpu Kecamatan Sukorejo Kota Blitar.
Truk bermuatan pakan ternak tersebut melaju dari arah barat ke timur. Saat melintas di jalan raya Desa Tuliskriyo truk mengalami selip hingga hilang kendali.

“Truk mengarah ke kiri atau utara jalan kemudian menabrak rumah tinggal warga yang berada di utara jalan,” ujar Ahmad Ahfandi.

Selain menyeruduk rumah, truk juga menabrak kendaraan pick up Isuzu Panther yang ada di parkir garasi rumah.

“Saat mengendarai kendaraannya sopir truk kurang konsentrasi sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (sk)

Continue Reading
Advertisement

Blitar

Hama Petek Serang Ribuan Batang Tanaman Cabai

Diterbitkan

pada

Sumber : Hasil tangkap layar Youtube Redaksi Madu TV

Blitar – Di balik harga cabai yang melambung tinggi, petani justru mengeluh akibat tanaman cabainya banyak terserang hama petek. Petani terancam merugi sebab cabai yang seharusnya bisa dipanen justru busuk dan mengering di pohon.

Harga cabai di pasaran melambung tinggi yang sebelumnya hanya kisaran Rp. 10.000 hingga Rp. 12.000 per kilogram, kini menyentuh harga Rp. 55.000 per kilogram.

Namun, harga cabai tersebut tidak sepenuhnya membuat petani cabai di Kabupaten Blitar bahagia. Pasalnya  ribuan batang tanaman cabai terserang hama petek.

Sugianto, petani asal Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mengatakan serangan hama cabai ini terjadi sejak sebulan terakhir menyebabkan cabai busuk dan mengering. Akibatnya cabai tidak bisa dipanen dan kondisi ini membuat petani resah karena terancam gagal panen.

Untuk mengurangi kerugian, cabai yang masih berwarna hijau terpaksa harus dipanen dini, karena jika terlambat akan busuk dan kemudian rontok. Petani menduga hama cabai petek terjadi akibat cuaca akhir – akhir ini.

Sugianto juga mengeluhkan kondisi ini, pasalnya 5.000 batang pohon cabai miliknya hampir 90 persen mati terserang hama patek. Dirinya  sempat berupaya mengobati tanaman yang terkena hama namun tidak membuahkan hasil. Bahkan ia berencana mengganti tanaman cabai miliknya dengan tanaman lain yang lebih menguntungkan. (sr)

Continue Reading

MaduTV on Facebook

 

TV DIGITAL MADU TV

Radio MDSFM

Linked Media

madu-tv-live-streaming

Trending

%d blogger menyukai ini: