spot_img
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda Bangkalan Sapi Peliharaan Warga Banyak Mati Karena Diserang Penyakit LSD

Sapi Peliharaan Warga Banyak Mati Karena Diserang Penyakit LSD

353

Bangkalan – Sejumlah warga desa di Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan, tengah menghadapi keprihatinan akibat merebaknya penyakit yang menyerang sapi peliharaan mereka dalam beberapa bulan terakhir. Serangan penyakit pada hewan ini dirasakan oleh para pemilik sapi menjelang perayaan Idul Adha.

Penyakit pada sapi ini ditandai dengan adanya benjolan di kulit hewan, terutama di bagian punggung dan leher. Untuk mengatasi serangan virus yang dapat menyebabkan kematian hewan, warga memanggil dokter hewan atau mantri kesehatan hewan.

Menurut keterangan warga, virus ini telah menyerang sapi peliharaan mereka selama dua bulan terakhir. Banyak sapi milik tetangga yang juga mati akibat virus tersebut, meskipun ada juga yang sembuh setelah mendapatkan perawatan dari dokter hewan.

Saat diwawancarai, Moh Pakki, seorang warga yang memiliki sapi ternak, mengungkapkan pengalamannya, “Penyakit yang menyerang sapi berasal dari gigitan lalat atau nyamuk. Ditandai dengan munculnya benjolan pada kulit sapi. Bekas gigitan tersebut kemudian berkembang menjadi benjolan kecil yang semakin membesar. Virus ini dikenal sebagai Lumpyskin Disease atau LSD.”

Untuk mencegah penyebaran virus LSD, sapi-sapi tersebut disuntik dengan antibiotik dan parasit. Selain itu, hewan-hewan tersebut juga harus dirawat secara rutin.

Namun, perlu dicatat bahwa penyakit ini hanya menular pada hewan sapi saja. Hewan ternak lainnya, seperti kambing, tidak terjangkit penyakit LSD.