
Banyuwangi – Aksi tersebut merupakan respons dari penutupan paksa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) nonaktif yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi. Meski TPA ini telah dinonaktifkan sejak tahun 2018 karena masalah over kapasitas, TPA ini masih digunakan oleh warga dari desa-desa sekitarnya sebagai tempat pembuangan sampah mereka.
Kendaraan pengangkut sampah dari desa-desa lain yang masih nekat masuk ke TPA ini kini dipaksa untuk putar balik. Jika mereka tetap melanggar aturan, warga tidak segan-segan memberikan peringatan dan ancaman untuk menyita geroaik dan motor pengangkut sampah.
Ocek Mashur Pratama, seorang warga sekitar TPA, mengungkapkan alasan di balik aksi blokade ini. Menurutnya, bau dan asap dari sampah yang dihasilkan oleh TPA dinonaktifkan tersebut dianggap merugikan bagi warga setempat. Ironisnya, ada segelintir warga yang sengaja mengaktifkan kembali TPA ini dengan tujuan menarik pungutan kepada geroaik pengangkut sampah. Sayangnya, dana pengelolaannya justru dinikmati oleh mereka sendiri, sedangkan warga lain harus menanggung bau dan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Meskipun konflik ini telah berlarut-larut, pihak Desa Wringinagung telah berupaya untuk melakukan mediasi. Mereka mendatangkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam upaya menyelesaikan polemik pengelolaan sampah ini. Hasilnya, mereka sepakat bahwa sampah di wilayah Kecamatan Gambiran akan dikelola sendiri oleh desa masing-masing.
Kepala Desa Wringinagung, Kondang Suryaningrat, menyampaikan bahwa upaya mediasi ini diambil demi mencari solusi terbaik untuk masalah lingkungan di wilayah mereka. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan masyarakat bisa berperan aktif dalam mengelola sampah mereka sendiri, sehingga kebersihan dan kesehatan lingkungan dapat terjaga dengan baik.
Aksi blokade kendaraan pengangkut sampah oleh warga Dusun Sumberjo merupakan bukti nyata bahwa kesadaran akan lingkungan semakin meningkat di kalangan masyarakat. Semoga kesepakatan untuk mengelola sampah secara mandiri ini dapat menjadi langkah awal menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warga Desa Wringinagung dan sekitarnya.







