spot_img
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda Blitar Ratusan Ekor Sapi Di Kabupaten Blitar Terjangkit Penyakit LSD

Ratusan Ekor Sapi Di Kabupaten Blitar Terjangkit Penyakit LSD

244

Blitar – Merebaknya kasus Lumpin Skin Disease (LSD) yang menyerang hewan ternak sapi membuat kalangan peternak sapi di Kabupaten Blitar resah. Sejak munculnya kasus tersebut, belasan sapi milik warga dinyatakan mati. Hingga saat ini, Dinas Peternakan Kabupaten Blitar mencatat sudah ada 109 kasus sapi terjangkit LSD atau Lato-Lato.

Untuk mencegah penyebaran lebih luas, Dinas Peternakan setempat melakukan penanganan secara masif terhadap hewan ternak sapi. Langkah ini dilakukan untuk menghindari kerugian yang mungkin ditanggung oleh pemilik sapi.

Takim, seorang peternak sapi di Desa Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir, tiga ekor sapi miliknya telah mati terjangkit virus LSD. Meski demikian, ia merasa bersyukur karena tidak semua dari 20 ekor sapi miliknya terjangkit LSD, berkat penanganan cepat dari Dinas Peternakan.

Nanang Miftahudin, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kelautan Kabupaten Blitar, mengatakan kasus LSD terjadi di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Blitar. Hingga saat ini, tercatat 109 kasus. LSD menular melalui perantara hewan seperti nyamuk atau lalat. Beberapa hewan terpapar menunjukkan tanda-tanda benjolan pada kulit sapi berukuran 1 hingga 7 centimeter di bagian kaki, leher dan ekor yang membutuhkan penanganan serius.

Sementara itu, dari total 109 kasus tersebut, 78 ekor sapi sudah sembuh, 3 diantaranya disembelih paksa dan 28 ekor sisanya hingga saat ini masih positif LSD.