BANYUWANGI β Salah satu penjual bibit, Agus Sairi yang berjualan bibit jeruk di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, ini mengaku sejak dicabutnya pupuk subsidi untuk sejumlah komuditas pertanian salah satunya jeruk sejak 1 Juli 2022 membuat omset penjualan bibit jeruknya turun drastis.
Yang biasanya dalam sehari ia dapat menjual ribuan bibit namun kini hanya tinggal ratusan bibit yang dapat dijual kepada petani.
Penurunan penjualan bibit jeruk ini diduga lantaran, petani yang awalnya menanam jeruk ketika telah memasuki masa akhir, petani enggan menanam jeruk lagi lantaran pupuk subsidinya dicabut sehingga menanam komuditas lain yang pupuk subsidinya tidak dicabut.
Untuk mengatisipasi gulung tikar, Agus mengaku terpaksa memasarkan bibitnya hingga keluar daerah Jawa sehingga dirinya dapat bertahan dan dapat mencukupi kebutuhan dirinya dan para anak buahnya.
Sebelum pupuk subsidi untuk buah jeruk dicabut, Agus mengatakan, jika untuk mencukupi kebutuhan bibit jeruk di Banyuwangi dirinya hingga kewalahan bahkan terkadang stok yang dimilikinya hingga kosong.







