spot_img
Kamis, April 30, 2026
Beranda NASIONAL PUPR Catat Realisasi Padat Karya Tata Guna Irigasi Capai Rp2,4 triliun

PUPR Catat Realisasi Padat Karya Tata Guna Irigasi Capai Rp2,4 triliun

249

Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat realisasi Padat Karya Tunai (PKT) 2021 Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) mencapai Rp2,4 triliun atau 95,68 persen.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT nanti juga harus memperhatikan protokol physical & social distancing,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Menteri Basuki, Kementerian PUPR disamping membangun infrastruktur berskala besar. Seperti bendungan dan bendung. Kementerian PUPR juga membangun infrastruktur kerakyatan yang terlaksana lewat program PKT seperti jaringan irigasi kecil. Sehingga, air dapat mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani.

Tercatat berdasarkan data emonitoring tanggal 23 September 2021, capaian PKT P3TGAI sudah sebesar 95,68 persen senilai Rp2,4 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 190.958 orang di 10.735 lokasi.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengalihkan anggaran guna mempertahankan daya beli masyarakat terutama rakyat kecil. Ungkapan tersebut tersampaikan saat video konferensi Rapat Terbatas dari Istana Merdeka beberapa saat lalu.

Kementerian PUPR sendiri terus mempercepat realisasi Program Padat Karya Tunai (PKT) 2021. Salah satunya adalah P3TGAI yang menjangkau 11.968 lokasi dengan anggaran Rp2,7 triliun yang terlaksana oleh Balai Besar/ Balai Wilayah Sungai pada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di seluruh Indonesia.

P3TGAI merupakan pekerjaan peningkatan saluran irigasi tersier, dari saluran alam/tanah menjadi saluran dengan pasangan batu/lining yang pengerjaannya oleh petani atau penduduk setempat. Petani pekerja mendapat upah harian atau mingguan. Dengan begitu dapat menambah penghasilan petani atau penduduk desa. Terutama di antara musim tanam dan panen.

Tujuan utama PKT di Bidang Sumber Daya Air (SDA) ini adalah membangun dan memperbaiki saluran irigasi desa. Pengerjaannya terlaksana oleh petani atau penduduk setempat dengan adanya upah sehingga menambah penghasilan. Dengan tambahan penghasilan bagi petani tersebut, jumlah uang yang beredar di desa harapannya dapat meningkat dan menjadi stimulan pemulihan ekonomi lokal.

P3TGAI terlaksana dengan metode Swakelola-Pola Pemberdayaan-Partisipatif-Padat Karya dengan anggaran Rp225 juta. Anggaran untuk pembangunan fisik sebesar 87 persen atau Rp195 juta. Pendampingan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sebesar 13 persen atau Rp30 juta sehingga menciptakan penyerapan tenaga kerja. (Antara/ac)