Probolinggo – Pagelaran Jazz Gunung Bromo, di Amphiteater Jiwa Jawa Resort Probolinggo, Jawa Timur, pukau wisatawan. Lantaran, jadi konser pertama selama pandemi Covid 19. Dengan protokol kesehatan ketat. Petikan gitar musisi jazz tanah air sukses mengobati kangen masyarakat akan hiburan musik, seni dan budaya.
Bertempat di amphiteater jiwa jawa resort inilah, pagelaran musik Jazz Gunung Bromo 2021 tergelar. Dengan protokol kesehatan yang ketat. Setiap pengunjung, undangan, panitia dan penampil dalam pagelaran itu, harus menjalani skrining Covid 19 yang ketat.
Di pintu masuk, mereka harus menjalani tes swab antigen, yang sudah tersedia secara gratis. Tak lupa aplikasi peduli lindungi, serta penggunana hand sanitizer di pintu masuk, menjadi hal yang wajib.
Selama pagelaran berlangsung, sederet musisi jazz tanah air sukses memukau penonton yang hadir. Karena pertama kali tergelar, kapasitas penonton hanya sekitar 25 persen. Hanya 250 penonton, dari kapasitas sebetulnya yang mencapai 2.500 penonton.
Sambutan penonton pun sangat luar biasa. Apresiasi penerapan protokol kesehatan ketat dan sajian apik musisi jazz papan atas tanah air, seolah menjadi oasis. Setelah hampir dua tahun pandemi Covid 19 melanda, tanpa adanya hiburan semacam ini.
Tak hanya penonton, bagi musisi yang tampil dalam Jazz Gunung Bromo 2021, pagelaran ini menjadi harapan baru. Bagi aktifitas wisata, konser musik dan hiburan di tanah air.
Pagelaran Jazz Gunung Bromo ini juga harapannya bisa menjadi pemantik kebangkitan wisata. Baik di ranah nasional maupun di sekitar kawasan Gunung Bromo. Dengan protokol kesehatan yang ketat, pagelaran konser musik seperti Jazz Gunung Bromo ini bisa terlaksana dengan aman.
Pagelaran Jazz Gunung Bromo ditutup dengan penampilan Fariz Rm bersama ring of fire. Hits seperti sakura, barcelona dan festival, sukses menghipnotis penonton. Untuk larut dalam melodi dan menggoyangkan badan. Paduan aransemen jazz, dingin gerimis bromo serta musik tradisional menciptakan atmosfer berbeda dan layak dinikmati.(as)







