spot_img
Jumat, Mei 1, 2026
Beranda NASIONAL Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Empat Duta Besar Negara Sahabat

Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Empat Duta Besar Negara Sahabat

239
Jakarta – Presiden Joko Widodo menerima surat kepercayaan dari empat duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara sahabat. Penyerahan surat kepercayaan tersebut terlaksana di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 1 September 2021.

Prosesi acara penyerahan surat kepercayaan terlaksana dengan acara awal, diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat. Kumandang lagu kebangsaan masing-masing negara ini terdengar setelah duta besar tiba di Istana Merdeka.

Adapun keempat duta besar negara sahabat yang Presiden terima sebagai berikut. (1) Santiago Javier Chรกvez Pareja, Duta Besar LBBP Republik Ekuador untuk Republik Indonesia. (2) Nikki Penelope Williams PSM, Duta Besar LBBP Persemakmuran Australia untuk Republik Indonesia. (3) Pรกdraig Francis, Duta Besar LBBP Republik Irlandia untuk Republik Indonesia (4) Houssein Sidi Abdellah DEH, Duta Besar LBBP Republik Islam Mauritania untuk Republik Indonesia.

Sejumlah protokol kesehatan terlaksana dalam prosesi penyerahan surat kepercayaan tersebut.ย  Seperti tetap menjaga jarak, mengenakan masker, hingga melakukan interaksi tanpa adanya kontak fisik.

Penyerahan surat kepercayaan tersebut menandai mulainya penugasan resmi para duta besar tersebut di Indonesia. Seluruh duta besar tersebut untuk selanjutnya akan berkedudukan di Indonesia (Jakarta).

Setelah selesai menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Joko Widodo, para duta besar beserta pendamping masing-masing berpamitan. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya turut terdengar pada kesempatan tersebut.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono. Ada pula Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tony Harjono, Komandan Paspampres Brigjen TNI Tri Budi Utomo. Selain itu, hadir pula Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler/KPN Kementerian Luar Negeri, Andy Rachmianto. (BPMI Setpres)