
Jakarta – Hari Kamis ini menjadi momen istimewa di Istana Merdeka Jakarta, ketika Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Majelis Hukama Muslimin (MHM). Kunjungan ini bertujuan untuk mengumumkan resmi dibukanya kantor cabang MHM untuk wilayah Asia Tenggara yang telah dibangun di Jakarta.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dengan hangat menyambut kunjungan MHM ini. Menurut beliau, Presiden Jokowi sangat mengapresiasi kehadiran kantor cabang MHM di Indonesia. Beliau berharap bahwa kehadiran perwakilan MHM di tanah air dapat menjadi mitra yang berharga bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam mempromosikan semangat kerukunan beragama.
MHM sendiri adalah badan internasional independen yang dipimpin oleh Grand Syekh Al-Azhar, Imam Akbar Ahmed Al-Tayeb. Badan ini didirikan di Abu Dhabi pada tahun 2014 dan memiliki anggota yang terdiri dari sejumlah cendekiawan, tokoh bijak, dan pemimpin bangsa yang menganut nilai-nilai keadilan, kebijaksanaan, dan moderasi.
Dalam pertemuan bersejarah ini, hadir beberapa tokoh penting dari MHM, seperti Sekretaris Jenderal Majelis Hukama Muslimin Pusat, Konselor Mohamed Abdelsalam, Anggota Majelis Hukama Muslimin Pusat sekaligus Ketua Komisi Fatwa Kantor Urusan Agama Islam Dubai, Ahmed Al-Haddad, serta Anggota Majelis Hukama Muslimin, Quraish Shihab. Turut hadir pula TGB Muhammad Zainul Majdi, Anggota Komite Eksekutif Majelis Hukama Muslimin Pusat, dan Kepala Kantor Majelis Hukama Muslimin Cabang Indonesia di Jakarta, Muchlis M. Hanafi. Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, juga ikut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara bersejarah ini.
Kunjungan MHM dan pembukaan kantor cabangnya di Jakarta menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dan MHM dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. Selamat kepada semua pihak yang terlibat dalam upaya ini, semoga kerjasama ini akan membawa manfaat besar bagi bangsa dan negara kita, Indonesia, dalam mewujudkan visi Indonesia yang berlandaskan pada persatuan dan keragaman.







