
Jakarta – Dalam pidato sambutannya, Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia adalah negara yang masyarakatnya paling percaya kepada Tuhan, dan bahkan memiliki angka kepercayaan yang tertinggi di dunia. Pernyataan ini didasarkan pada hasil riset yang dipaparkan oleh lembaga riset ternama asal Amerika Serikat, Pew Research Center, yang berjudul “The Global God Divide,” yang dirilis pada bulan Juli 2020.
Dalam acara bersejarah ini, Presiden Jokowi juga memukul gong sebagai tanda dimulainya Forum Dialog Antaragama dan Perdamaian yang berlangsung selama dua hari ke depan. Forum ini merupakan langkah maju yang berarti dalam mempererat kerukunan antarumat beragama dan mewujudkan perdamaian di tanah air.
“Kita harus memelihara dan menghormati perbedaan keyakinan agama. Semua umat beragama harus bersatu dalam semangat kebhinekaan dan saling menghargai,” tegas Presiden Jokowi dalam pidatonya yang menggugah semangat persatuan dan kesatuan.
Dalam momen bersejarah ini, tampak hadir tokoh-tokoh agama terkemuka Indonesia, seperti Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, Rais ‘Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Menteri Agama, Gus Yaqut, serta Pj. Gubernur DKI, Heru Budi Hartono. Selain itu, kehadiran Sekjen ASEAN, Kao Kim Hourn, dan para pemuka lintas agama juga menambah semarak kegiatan bersejarah ini.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa forum ini akan menjadi ajang penting untuk saling berbagi pengalaman, pandangan, dan pemikiran dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai bagi seluruh warga negara Indonesia. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, keadilan, dan perdamaian di tengah keragaman budaya dan agama yang ada.
Risalah “The Global God Divide” dari Pew Research Center menjadi acuan penting dalam menjaga harmoni antarumat beragama di Indonesia. Hasil riset tersebut dapat memberikan inspirasi bagi seluruh peserta forum untuk terus menjaga nilai-nilai luhur bangsa dan semakin memperkuat ikatan persaudaraan antara umat beragama di negeri ini.
Dalam kesempatan ini, Presiden Jokowi juga berharap agar seluruh peserta forum dapat merumuskan langkah-langkah konkrit untuk membangun kerukunan dan perdamaian di Indonesia. Melalui sinergi dan kolaborasi, Indonesia diharapkan dapat menjadi contoh bagi dunia dalam menjalankan kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
Semangat optimisme terpancar dari pidato Presiden Jokowi, mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu dan menjaga kebersamaan dalam perbedaan. Kehadiran forum dialog antaragama dan perdamaian ini menjadi momentum berharga untuk mencapai cita-cita Indonesia sebagai negara yang adil, makmur, dan sejahtera, dengan semangat kepercayaan kepada Tuhan yang tinggi dan menghargai keragaman sebagai kekuatan utama bangsa.







