Polres Blitar Kota Sita Narkoba Senilai Rp 1,5 Miliar, Dua Pelaku Diamankan

107

BLITAR, MADUTV – Satreskoba Polres Blitar Kota menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi dengan nominal Rp 1,5 miliar. Berat masing-masing narkoba yang disita, diantaranya 379 narkoba jenis sabu-sabu, kemudian 328 butir kapsul berwarna biru putih dan 237 butir kapsul berwarna putih ungu yang diduga berisi ekstasi.

Waka Polres Blitar Kota Kompol I Gede Suartika mengatakan, dalam pengungkapan kasus tersebut ada dua pelaku yang diamankan. Keduanya adalah AM (26) warga Jakarta Barat dan KG (34) warga Depok.

Kata dia, keduanya berangkat dari Jakarta untuk mengambil barang atas perintah seseorang di wilayah Jalan Kalpataru, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Sampai di Kota Blitar, keduanya menginap di salah satu penginapan kemudian naik ojek online untuk mengambil narkoba yang diletakkan dalam suatu tempat dengan sistem ranjau.

“Saat itulah ada informasi dari masyarakat dan langsung dilakukan penangkapan dan penggeledahan kemudian ditemukan barang bukti narkoba di dalam sebuah body lampu emergency. Kalau dinominalkan, narkoba tersebut nilainya sekitar Rp 1,5 miliar,” jelas Kompol I Gede Suartika, Senin (24/6/2024).

Dia menambahkan, Kota Blitar hanya jadi tempat pengambilan. Siapa orang yang meletakkan narkoba tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.

“Lokasinya diranjau di Jalan Kalpataru Sukorejo kota Blitar. Pemilik masih kita lakukan penyelidikan, kita profiling siapa yang meletakkan disitu,” terangnya.

Saat dirilis di Polres Blitar Kota, KG salah satu pelaku mengaku bahwa sebelumnya ia dihubungi oleh seorang yang mengaku kontraktor untuk bekerja di Kota Blitar sebagai pekerja proyek.

Namun sesampainya di Kota Blitar, keduanya diminta untuk mengambil barang berupa narkoba yang diletakkan dengan sistem ranjau.

“Ditawari kerja proyek upahnya Rp 8 juta kalau sudah selesai. Untuk berangkat kesini cuma dikasih Rp 2 juta,” ungkap salah satu pelaku.

Kedua pelaku dijerat dengan undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tantang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(Sk)