
Bangkalan – Santri BT yang menjadi korban pengeroyokan di pondok pesantren di wilayah Geger Bangkalan Madura, Jawa Timur, Selasa lalu membuat korban berusia 16 tahun meninggal dunia usai dibawa ke puskemas setempat.
Petugas kepolisian bangkalan berupaya untuk melakukan penyelidikan hingga memangil sejumlah saksi – saksi guna dimintai keterangan atas kejadian tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas akhirnya menemukan titik terang, bahwa pelaku pengeroyokan terdapat sembilan orang yang terlibat pelaku penganiyaan. Dari kesembilan orang tersebut
Merupakan pengurus pondok pesantren dari kalangan santri,
Lima orang dinyatakan sudah berumur dewasa dan empat orang lainya masih dibawah umur, hingga petugas kemudian menetapkan sebagai tersangka.
5 orang pelaku ditahan di Mapolres Bangkalan, sementara 4 orang lainya masih dibawah umur, telah dititipkan ke panti rehabilitasi dinas sosial di Jawa Timur.
Sebelumnya santri dikeroyok okeh temanya di pondok pesantren wilayah Geger Bangkalan Madura.
Korban yang mengalami luka lebam bagian tubuhnya hingga kemudian dilarikan ke puskemas setempat, namun nyawanya tak tertolong. Janazah korban dibawa kerumah sakit Bangkalan, Madura, guna dilakukan autopsi.
Korban akhirnya dibawa pulang ke kampung halamnya Desa Bulukagung Kecamatan Klampis Bangkalan guna dilakukan pemakaman.(ab)







