
Bangkalan, Jawa Timur – Umat Islam dari seluruh dunia selalu memiliki cara unik untuk menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Di Dusun Kampung Agung, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Madura, tradisi yang tak biasa ini menjadi sorotan utama. Dalam peringatan Maulid Nabi, warga dusun ini secara antusias berlomba merebutkan bebek, peralatan dapur, dan barang-barang lain yang digantung di atas tenda. Bahkan, ada yang rela memanjat pohon demi meraih hadiah tersebut.
Acara ini menjadi momen berharga bagi warga, khususnya para ibu dan anak-anak. Mereka dengan antusias berdesakan untuk merebut hadiah-hadiah yang telah disiapkan oleh tuan rumah, termasuk bebek, peralatan dapur, sandal jepit, dan berbagai pernak-pernik lainnya yang digantung di atas tenda.
Menariknya, para ibu dan anak-anak tidak ragu untuk bersaing merebut bebek yang tergantung di atas. Bahkan, ada yang nekat memanjat pohon demi mendapatkan hadiah tersebut.
Muhammad Soleh, salah seorang warga setempat, menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi ini selalu dinanti-nanti oleh warga Muslim. “Ini merupakan tradisi khas bagi kami. Momen peringatan Maulid Nabi yang jatuh pada setiap tanggal 12 Rabi’ul Awal selalu digelar di rumah Pak RT. Ini adalah wujud cinta kami kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kami merayakan kelahiran Nabi besar dengan penuh sukacita,” ungkapnya.
Namun, Ustad Musadam, seorang tokoh masyarakat di kampung tersebut, menegaskan bahwa meskipun tradisi ini memberikan kegembiraan kepada warga, tetapi tidak ada dalam sunnah Rasulullah. “Peringatan Maulid Nabi ini merupakan sarana Islami bagi Ahlusunnah wal Jamaah untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Namun, perlu diingat bahwa tradisi seperti ini tidak ada dalam sunnah Rasulullah,” jelasnya.
Tidak hanya dalam merebut hadiah-hadiah yang digantung, tuan rumah juga memberikan uang kepada warga dengan cara yang sama, yaitu berlomba merebut di area tertentu. Bahkan, ada yang jatuh dalam proses berlomba ini, menambahkan nuansa kegembiraan yang lebih.
Peringatan Maulid Nabi yang unik ini memperlihatkan betapa beragamnya cara orang merayakan momen bersejarah dalam agama mereka. Bagi warga Dusun Kampung Agung, tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas dan kegembiraan dalam mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW.







