
Kediri, Jawa Timur – Ketua Pelaksana Dewi Nafiah menyampaikan harapannya agar keterlibatan perempuan dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 bisa meningkat. Dewi, yang juga dikenal sebagai Nafi’, mengungkapkan bahwa perempuan seringkali dijadikan objek dalam pemilu. Oleh karena itu, ia berharap perempuan dapat memiliki peran yang lebih aktif dan berarti, bukan hanya sebagai pendulang suara, tetapi juga dapat terlibat dalam penyelenggaraan pemilu, menjadi calon legislator, dan bahkan calon kepala daerah.
Menurut Dewi, perempuan saat ini sudah tidak lagi dipandang sebelah mata. Hal ini ditegaskan dalam seminar yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Kota Kediri. Seminar tersebut melibatkan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan di bawah naungan KNPI, khususnya organisasi yang memiliki anggota perempuan, seperti Fatayat NU, PRADA (Perempuan Hindu), Muhammadiyah, dan Pemuda LDII.
Sebagai bagian dari seminar, dua narasumber diundang untuk memberikan pemaparan. Pusporini Endah Palupi, Ketua KPU Kota Kediri, memberikan informasi mengenai data partisipasi perempuan dalam pemilu sebelumnya. Sementara itu, Ning Amelia Anisa, Ketua FORDA (Forum Daiyah Fatayat NU) Kota Kediri, juga hadir sebagai narasumber.
Pusporini, yang akrab disapa Bu Puspo, menekankan bahwa perempuan harus memiliki kemauan yang kuat, wawasan, ilmu, dan keberanian untuk dapat berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemilu. Ia juga menilai bahwa partisipasi perempuan dalam pemilu cenderung meningkat dari tahun ke tahun.
Dalam acara tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Reza Darmawan, memberikan sambutan dan menyatakan bahwa banyak perempuan di Kota Kediri yang telah menjadi pemimpin, salah satunya adalah Pusporini Endah Palupi. Reza, yang juga dikenal sebagai politisi, berharap pemilu 2024 akan berhasil dengan keterwakilan, keterlibatan, dan ilmu pengetahuan yang diberikan oleh perempuan tangguh dan hebat di Kota Kediri.
Dengan meningkatnya peran dan keterlibatan perempuan dalam pemilu, diharapkan pemilu dapat berjalan dengan damai dan menghasilkan pemimpin hebat yang mampu membawa kesetaraan gender.







