
Sidoarjo – Penyelundupan 5 ribu 6 ratus 32 ekor Labi-Labi Moncong Babi Ke Vietnam, digagalkan satgas pengaman TNI AL dan Stakeholder Bandara Juanda Di Kabupaten Sidoarjo. Ribuan satwa keluarga Reptil yang dilindungi undang-undang tersebut, dibawa pelaku dengan delapan koper.
Satgas pengaman TNI AL dan Stakeholder Bandara Juanda Di Kabupaten Sidoarjo, berhasil menggagalkan penyelundupan 5 ribu 6 ratus 32 ekor labi-labi moncong babi ke vietnam.
Pengungkapan kasus ini berawal dari kecurigaan petugas, saat melakukan pemeriksaan koper dengan alat X-Ray. Saat pemeriksaan tersebut, muncul tampilan yang isinya menyerupai benda hidup dalam koper.
Petugas yang curiga kemudian melakukan pemeriksaan lebih dalam, dan ternyata benar ada delapan koper berisi labi-labi moncong babi. Saat dihitung, jumlahnya mencapai 5 ribu 6 ratus 32 ekor.
Dari pemeriksaan petugas, labi-labi tersebut akan diselundupkan ke Vietnam dengan transit ke Singapura. Dengan kisaran harga 150 ribu rupiah per ekor, maka kerugian negara yang ditimbulkan lebih dari 844 juta rupiah.
Labi-labi atau bulus merupakan salah satu jenis kura-kura, atau penyu air tawar bercangkang lunak (freshwater softshell turtle). Habitat labi-labi moncong babi di indonesia ada di kawasan lorentz papua selatan. Di vietnam, labi-labi biasa dikonsumsi, atau menjadi kuliner mahal.
Ada tiga terduga pelaku penumpang tujuan Surabaya-Singapura-Vietnam, yang diduga membawa koper berisi satwa dilindungi undang-undang itu. Namun hanya satu orang yang berhasil ditangkap, atas nama david setiawan.
Petugas juga mengamankan paspor pelaku dan tiket rute Surabaya- Singapura Beserta Singapura-Vietnam. Selain itu 2 unit hp, uang tunai 3,8 juta rupiah, dan uang tunai 9 ribu dong Vietnam.
Selanjutnya kasus ini dilimpahkan ke balai besar konservasi sumber daya alam (BKSDA) Jatim, untuk proses dan pengembangan lebih lanjut kepada terduga pelaku dan barang bukti. Barang bukti ribuan labi-labi tersebut nantinya akan dikembalikan ke habitatnya di papua. Dari 5.632 ekor labi-labi moncong babi ini, sudah ada sekitar 48 ekor yang mati.(mk)







