spot_img
Minggu, Mei 3, 2026
Beranda BERITA VIDEO PEMINAT TEROMPET TAHUN BARU TURUN HINGGA 50 PERSEN

PEMINAT TEROMPET TAHUN BARU TURUN HINGGA 50 PERSEN

225

BANYUWANGI – Salah satu pembuat terompet, Muhammad Rofii yang tinggal di Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur, menjelaskan sebelum COVID-19 menyebar ke Indonesia, terompet buatannya diburu oleh penjual terompet dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Jember hingga Lumajang.

Namun setelah pandemi COVID-19 melanda hingga sekarang, terompet buatannya hanya dijual sendiri di daerah Kecamatan Gambiran saja atau tepatnya di barat lampu merah Jajag.

Selain sepi peminat, bahan baku untuk membuat terompet juga melonjak hingga seratus persen. Untuk mengantisipasi kerugian, ia memanfaatkan bahan daur ulang, seperti kertas karton boks rokok dan kotak nasi yang sudah tidak digunakan sebagai bahan baku pembuatan terompet. Bahan bahan daur ulang ini didapat dari para tetangga untuk mengurangi cost produksi yang kini sangat mahal.

Terompet buatannya ini dalam sehari paling banyak terjual 10 buah, itupun hanya pada malam minggu saja. Untuk harga yang ditawarkan terbilang cukup terjangkau dan model yang ia buat juga cukup kreatif.

Untuk terompet model naga dengan ukuran kecil hanya dijual dengan harga lima belas hingga tiga puluh ribu rupiah. Sementara, untuk ukuran sedang dan besar antara 50 hingga 100 ribu saja.