spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda RAGAM BERITA Pemerataan Infrastruktur Digital Buat PeduliLindungi Makin Inklusif

Pemerataan Infrastruktur Digital Buat PeduliLindungi Makin Inklusif

292

Jakarta  – Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi, mengatakan pemerataan infrastruktur digital dapat membuat PeduliLindungi semakin inklusif dan mudah terakses oleh masyarakat Indonesia. “Pemanfaatan beragam aplikasi termasuk aplikasi PeduliLindungi dapat semakin optimal,” kata Dedy kepada jurnalis Antara, pada Kamis(5/8/2021).

Lebih lanjut, Dedy mengatakan pihaknya juga mengajak berbagai pihak untuk mengupayakan dan mempromosikan manfaat dari aplikasi tersebut. “Kami tentu mengajak para stakeholder terkait untuk bersama-sama melakukan upaya yang dapat mempromosikan, mendorong, mengajak seluruh masyarakat Indonesia. Khusuuntuk memanfaatkan fitur pada aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu wujud kerja bersama memulihkan Indonesia dari COVID-19,” kata dia.

Saat disinggung mengenai kesenjangan digital (digital gap) di Indonesia, Dedy mengatakan Kementerian Kominfo terus berkomitmen melakukan percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur digital untuk menutup digital gap yang ada di masyarakat. “Perlu kami sampaikan bahwa melalui Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Teknologi dan Informasi (BLU BAKTI) Kementerian Kominfo, kami menargetkan penyelesaian pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G. Tepatnya  di 9.113 desa dan kelurahan pada 2022 di wilayah 3T,” kata Dedy.

“Kami juga telah menerima komitmen operator seluler. Yaitu untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di 3.435 desa dan kelurahan di non-3T,” ujarnya menambahkan. Sependapat, Direktur Eksekutif ICT Institute, sekaligus pengamat teknologi Heru Sutadi mengatakan, “Jangan sampai hak (warga) terkendala karena aplikasi yang mana masih 12.548 desa belum mendapat akses internet broadband. Jangan sampai terkendala infrastruktur internet yang belum merata.”

Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus, Rahadiansyah, mengatakan bahwa aplikasi PeduliLindungi semakin dapat mempermudah masyarakat dalam menjalankan keseharian. Terutama yang terkait dengan penanganan Covid-19 seperti vaksinasi hingga kebutuhan mobilisasi.

“Peranan aplikasi ini sangat strategis, terutama untuk vaksinasi. Hanya saja, aplikasi juga ada kelemahan. Seperti sejauh mana aplikasi bisa masyarakat pahami,” kata Trubus. Selain pemerataan infrastruktur digital, hal lain yang bisa pemerintah upayakan adalah edukasi. Baik terkait penggunaan aplikasi itu sendiri maupun penanganan Covid-19 seperti vaksinasi.

Sebagai informasi, aplikasi PeduliLindungi menghadirkan berbagai fitur. Termasuk di antaranya, status vaksin, sertifikat vaksin, tes Covid-19 yang terintegrasi dengan New All Record (NAR) dari Kementerian Kesehatan RI, E-Hac. Kemudian Informasi Zona Risiko, Scan QR Code, Paspor Digital, dan lainnya. Hal ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam pelaksanaan surveilans kesehatan. (Antara/anz/ed: zl)