spot_img
Sabtu, Maret 21, 2026
Beranda BERITA VIDEO Pemeliharaan Peninggalan Sejarah

Pemeliharaan Peninggalan Sejarah

546

Tulungagung – Memiliki harta karun sejarah yang begitu berharga, salah satunya adalah Candi Sanggrahan, yang juga dikenal dengan nama Candi Cungkup. Candi yang terletak di Dusun Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini memiliki cerita sejarah yang memukau.

Candi Sanggrahan, atau yang disebut juga Candi Proetoeng, mendiamkan diri di atas lahan seluas 2.810 meter persegi. Keberadaannya telah menjadi bukti kejayaan masa lalu, diperkirakan dibangun pada abad ke-13 Masehi. Ini adalah salah satu peninggalan berharga dari peradaban Majapahit yang begitu kaya.

Menurut Zainuri, seorang juru pemelihara Candi Cungkup yang dengan penuh semangat menjaga kelestarian situs bersejarah ini, Candi Sanggrahan terdiri dari berbagai bangunan yang memukau. Ada sebuah bangunan induk yang dibangun dengan dasar batu andesit yang kuat, memberikan kesan keagungan.

Di sisi barat bangunan induk ini, terdapat dua bangunan perwara yang dibangun dengan bahan dasar bata merah. Semua ini adalah bukti keahlian arsitektur masa lalu yang patut diapresiasi.

Tidak hanya bangunan-bangunan yang mengagumkan, di sebelah utara Candi Sanggrahan, terdapat sisa-sisa cencangan gajah. Tempat ini digunakan untuk mengikat gajah saat rombongan kerajaan Majapahit melakukan perjalanan. Ini adalah contoh betapa pentingnya candi ini dalam sejarah Kerajaan Majapahit.

Lebih lanjut, Zainuri menjelaskan bahwa Candi Sanggrahan adalah tempat pemujaan agama Buddha. Sebelum rombongan kerajaan Majapahit melanjutkan perjalanan ke makam, mereka melakukan ritual pemujaan di candi ini. Hal ini menjadi bukti keragaman agama yang dianut di masa lalu, menunjukkan toleransi yang tinggi.

Tak jauh dari tempat cencangan gajah, sekitar 50 meter, terdapat empat ompak. Diduga bahwa lokasi ini dulunya adalah sebuah pendopo yang digunakan untuk istirahat. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Candi Sanggrahan dalam perjalanan sejarah Majapahit.

Setelah menyelesaikan pemujaan di Candi Cungkup, rombongan kerajaan Majapahit melanjutkan perjalanan mereka ke Candi Gayatri. Di situs yang juga dikenal sebagai Candi Boyolangu ini, mereka melakukan nyekar atau ziarah di arca Ratu Gayatri. Candi Gayatri dipercayai menjadi tempat penting untuk persembahan abu pemakaman Ratu Gayatri.

Dengan segala keindahan dan nilai sejarahnya, Candi Sanggrahan dan Candi Gayatri adalah saksi bisu perjalanan gemilang Kerajaan Majapahit. Mereka menjadi saksi akan kebesaran budaya dan agama yang pernah berkembang di tanah Jawa Timur. Kita semua berhutang rasa hormat kepada Zainuri dan semua pihak yang dengan penuh dedikasi menjaga dan merawat situs-situs bersejarah ini agar tetap abadi bagi generasi-generasi mendatang. Semoga keindahan dan nilai-nilai sejarah ini terus menginspirasi kita semua.