
BANYUWANGI β Inilah pasangan suami istri Sujono yang berusia 60 tahun dan Sukinah 55 tahun warga Dusun Tempurejo, RT 06, RW 2, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, yang kesehariannya memecah batu di halaman rumah dan menjadi pekerjaan utama bagi keduanya.
Mereka memilih pekerjaan membelah batu tersebut karena tidak memiliki pilihan lain karena usia mereka yang tidak muda lagi. Selain memecah batu, pekerjaannya merawat kambing milik orang lain atau biasa masyarakat Jawa menyebutnya gaduh dengan perjanjian.
Batu yang mereka cari di sungai di belakang rumah ini kadang terganggu dengan hujan yang tidak henti yang membuat air sungai tinggi, sehingga tidak dapat mencari batu. Dalam sehari pasangan pasturi ini memecah batu ini hanya kurang lebih lima timba itupun juga tergantung kondisi.
Batu yang sudah dipecah ini dibiarkan di depan rumah sembari menunggu pembeli dating. Batu yang mereka pecah ini relatif sangat murah. Pertimba cat yang isi 25 kilo hanya dijual enam ribu rupiah saja dan beberapa bulan baru laku terjual sepuluh timba karena proyek pembangunan lagi sepi.
Walaupun demikian, kurang lebih 10 tahun menjadi pemecah batu dapat menyekolahkan anaknya hingga lulus tingkat menengah dan sekarang anak pasturi ini sudah bekerja secara mandiri.







